Breaking News:

Berita Tanahlaut

Dinas LH Tala Sikapi Longsoran Lubang Tambang Dekati Rumah Warga di Bukitmulya

DPRKPLH Tala akan menggali informasi mengenai kawasan tambang di Desa Bukitmulya milik perusahaan apa.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Penampakan tebing curam tambang dilihat dari jendela samping kiri rumah Abdul Syukir, warga Desa Bukitmulya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Longsoran tebing bukaan tambang di Desa Bukitmulya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yang kian mendekati warga menjadi atensi khusus pemerintah daerah setempat.

Dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id via telepon, Kamis (21/10/2021), Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala Ismail Fahmi mengatakan akan segera kroscek ke sejumlah pihak.

"Kami perlu menggali dulu ihwal latar belakangnya seperti apa. Kita tidak tahu misalnya apakah dulu ada pembicaraan atau semacam izin dari pemilik rumah atau bagaimana," ucapnya.

Pejabat eselon II yang baru beberapa pekan memimpin DPRKPLH Tala ini mengatakan pihaknya juga perlu menggali informasi mengenai kawasan tambang setempat milik perusahaan apa.

Baca juga: Longsoran Lubang Tambang Kian Dekat Dinding Rumah, Warga Bukitmulya Kabupaten Tala Terpaksa Ngungsi

Baca juga: Ratusan Dosis Vaksin Covid-19 Kembali Diberikan di Tala, Warga Bisa Langsung Datang ke Lokasi

Termasuk menggali informasi mengenai kegiatan penambangan yang dulu melakukan aktivitas di lokasi tersebut.

Pasalnya informasi sementara yang ia dapat, perusahaan tambang besar swasta nasional yang wilayah tambangnya mencakup Desa Bukitmulya, sejauh ini belum melakukan aktivitas penambangan di lingkungan RT 13 RW 4 dan sekitarnya.

Fahmi mengatakan sesegeranya dirinya akan membahas hal tersebut dengan bawahannya yang membidangi masalah lingkungan.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Digerebek Saat Tiduran, Pria di Tabalong Kedapatan Miliki 0,62 Gram Sabu

Baca juga: Tapin PPKM Level 2, Peziarah Mulai Ramai Datangi Makam Datu Sanggul dan Datu Nuraya di Desa Tatakan

Ini penting guna memetakan penelusuran yang tepat sehingga dapat mengurai permasalahan tersebut.

Sementara itu dihubungi secara terpisah mengenai ketentuan jarak tambang, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DPRKPLH Tala, H Adi Rahmani menuturkan berdasar RTRW Tanahlaut nomor 3 tahun 2016, jarak lubang tambang dengan permukiman sejauh 500 meter.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved