Berita Banjarmasin

Gelar Seminar, Dewan Masjid Indonesia Bahas Pengelolaan Masjid Ramah Anak di Kalsel

Dewan Masjid Indonesia Kalsel bekerja sama dengan Dinas PPPA mengadakan seminar pengelolaan Masjid Ramah Anak

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/noor masrida
Seminar pengelolaan Masjid Ramah Anak di Aula Palimasan Gedung Djok Mentaya, Kamis (21/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dewan Masjid Indonesia Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengadakan seminar pengelolaan Masjid Ramah Anak, Kamis (21/10/2021). 

Acara ini dilaksanakan di Aula Palimasan Gedung Djok Mentaya dengan menghadirkan narasumber dari Dewan Masjid Indonesia dan Dinas PPPA. 

Dikatakan, Wakil Ketua II Mashunah Hanafi, acara ini secara garis besar bertujuan untuk
mensosialisasikan ke masyarakat dan para pengurus masjid tentang masjid ramah anak, juga mendekatkan anak pada masjid itu sendiri.

Sebelumnya, ia mengatakan, telah melakukan sosialisasi terkait masjid-masjid ramah anak pada dewan pengurus di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Tinjau Lokasi Mesjid Ramah Anak, APSAI Serahkan Bantuan Ke Tiga Mesjid di Batola

Baca juga: VIDEO Batola Resmikan Tiga Mesjid Ramah Anak, Begini Respon Bupati

"Langkah awalnya adalah dengan mendorong serta memberikan motivasi untuk mereka (pengurus) menjadikan masjid sebagai masjid Ramah Anak," ujar Mashunah. 

Terlebih, ia melihat banyak masjid di Kalimantan Selatan ini yang sudah memiliki fasilitas cukup untuk dinyatakan sebagai masjid ramah anak. Namun karena sejumlah faktor, hal tersebut belum dapat terealisasi. 

"Entah karena pengurusnya belum tahu tentang masjid ramah anak, atau karena belum tahu kalau ada SK yang bisa diajukan, sehingga potensi yang ada tersebut belum bisa diwujudkan," sambungnya. 

Ia lantas menyarankan, kepada pengurus masjid untuk mendaftarkan masjid mereka supaya bisa mendapatkan verifikasi berupa SK agar bisa dikategorikan sebagai masjid ramah anak

"Supaya nantinya tidak ada lagi alasan orangtua tidak beribadah ke masjid, dengan alasan punya anak kecil, takut anaknya mengganggu orang-orang beribadah, dan lainnya," tutupnya.

Adapun materi yang disampaikan terkait indikator hingga kriteria masjid yang bisa dikategorikan ramah anak.

Dewan Masjid Indonesia pusat pun bertekad mewujudkan masjid lebih ramah terhadap anak hingga 2030 mendatang.

Sementara itu, ketua PW DMI Kalsel, HG(P) Rusdi Effendi AR melihat, mesjid pada umumnya digunakan untuk waktu ibadah saja. 

Di luar waktu tersebut, dikatalannya, biasanya masjid kosong dengan alasan untuk menjaga kebersihan dan keamanan. 

Baca juga: BTalk, Masjid Ramah Anak Menurut Sekretaris Umum DMI Banjarmasin Agus Salim

"Saya menyambut baik dan menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan "Pengelolaan Masjid Berbasis Anak" yang dilaksanakan Biro Pengembangan Potensi Muslimah dan Arak Dewan Masjid Indonesia Kalimantan Selatan," ujarnya. 

Ia berharap dengan kegiatan ini, terbuka ruang baru untuk pengelola masjid menjadikan masjid sebagai alternatif untuk dikembangkan menjadi tempat anak-anak berkumpul, melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif yang aman dan nyaman dengan dukungan orang tua serta lingkungan. (Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved