Breaking News:

Kriminalitas Kotabaru

Korupsi Kalsel : Kejati Periksa 60 Saksi Kasus  PT POS Kotabaru, Mayoritas Nasabah

Jaksa telah memeriksa 60 saksi terkait penyidikan kasus korupsi oknum kepala Kantor Pos Cabang Kotabaru

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost/achmad maudhody
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalsel, Dwianto Prihartono. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyidikan atas kasus dugaan korupsi oknum Kepala Kantor Pos Cabang di Kabupaten Kotabaru masih dilakukan oleh Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel). 

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rudi Prabowo Aji melalui Asisten Bidang Pidana Khusus (Aspidsus), Dwianto Prihartono mengatakan, lebih dari 60 saksi telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. 

Termasuk dua di antaranya kedua tersangka yang berinisial DA dan S masing-masing oknum Kepala Kantor Pos Cabang Pantai dan Kepala Kantor Pos Cabang Tanjung Batu, Kabupaten Kotabaru

Namun dari total 60 lebih saksi yang telah dimintai keterangan, mayoritasnya adalah para nasabah program tabungan eBatarapos di dua Kantor Pos Cabang tersebut. 

Baca juga: Korupsi Kalsel : Terseret Kasus Pengadaan Kursi, Mantan Sekda Tanbu Dituntut 18 Bulan Penjara

Baca juga: Korupsi Kalsel : Wakil Bupati Batola Periode 2012-2017 Ditahan, Diduga Korupsi Penguasaan Aset

"Yang cabang satu ada sampai 40 orang nasabah ditambah saksi pihak lainnya kurang lebih 50 saksi. Untuk cabang yang satu lagi ada 8 nasabah dan saksi lainnya juga sudah dimintai keterangan," kata Dwianto dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/10/2021).

Dalam tahap penyidikan ini Dwianto mengatakan belum ada indikasi yang menunjukkan kemungkinan bertambahnya tersangka. 

"Sampai sekarang belum ada. Karena di cabang itu yang bertanggungjawab penuh ya kedua tersangka ini. Menangani soal keuangan, operasional ya dia itu, pegawai lain cuma mengantar surat," bebernya. 

Diketahui, kedua tersangka sebelumnya telah ditahan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin untuk mempermudah proses penyidikan dan pemberkasan perkara. 

Baca juga: Korupsi Kalsel : Terpapar Covid-19, Mantan Direktur RS Boejasin Batal Dengarkan Vonis

Selain itu, penahanan juga dilakukan agar tersangka tak berupaya kabur atau menghilangkan barang bukti. 

Keduanya menjadi tersangka karena diduga melakukan korupsi dan merugikan perusahaan berplat merah tersebut dengan menyelewengkan dana ditaksir mencapai Rp 3 miliar lebih. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved