Breaking News:

Berita Batola

Polemik Sawit Plasma di Kolam Kanan, Kejari Batola Sebut Kerugian Negara Capai Ratusan Juta 

Kejari Batola akan menaikan kasus sawit plasma di Desa Kolam Kanan ke penyidikan setelah menemukan adanya perbuatan melawan hukum

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Kasi Pidsus Kejari Barito Kuala, Andri Kurniawan saat menemui puluhan petani sawit plasma yang datang menyampaikan aspirasi dan dukungannya dalam proses polemik plasma yang mereka laporkan. (Kanan) Puluhan petani sawit plasma yang datang menghadiri mediasi antara perwakilan mereka dengan pihak KUD Jaya Utama dan PT ABS beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Usai lakukan penyelidikan pada 21 Oktober 2021, polemik plasma sawit antara petani dan KUD Jaya Utama yang bermitra dengan PT Agri Bumi Sentosa (ABS) akan dinaikkan ke peyelidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Barito Kuala. 

Hal ini berkenaan dengan adanya temuan unsur melawan hukum dan ada dugaan yang menyebabkan kerugian negara.

Maka dari itu, perkara dapat dinaikkan ke penyelidikan Pidsus untuk menggali lebih dalam. 

Disampaikan Kasi Intel Kejari Batola, M Hamidun Noor, saat ini penetapan tersangka masih belum ada dan target operasi tidak bisa disebutkan. 

Baca juga: Belum Selesai, Penyelidikan Kasus Sawit Plasma di Batola Diperpanjang 30 Hari

Baca juga: Kejari Siap Ekspos Polemik Kasus Sawit Plasma di Batola

Karena bagian dari strategi penyidikan dan melindungi hak orang mengenai praduga tak bersalah. 

"Adapun mengenai kerugian negara dalam polemik sawit plasma ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tersangka pun kemungkinan tidak hanya satu orang," ucap Hamidun. Jumat (22/10/2021).

Ditanya mengenai durasi penyelidikan Pidsus, ia mengatakan sesuai SOP, yakni 30 hari kerja dan jika diperlukan bisa diperpanjang 30 hari lagi. 

Dengan kejelasan tahapan itu, pihaknya pun meminta masyarakat tetap sabar menunggu jalannya proses hukum ini. 

Baca juga: Babak Baru, Polemik Sawit Plasma di Batola Naik ke Tahap Penyelidikan

Hamidun juga menyampaikan, mengenai beberapa pihak yang telah diminta untuk klarifikasi belum datang, diharapkan kooperatif berhadir pada penyelidikan Pidsus nanti. 

"Mengenai proses yang tengah berlangsung, harapan kami ya sebelum tenggat waktu selesai sudah usai penyelidikannya," beber Hamidun. (Banajarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved