Begini Rumitnya Pekerjaan Pengrajin Intan di Desa Pesayangan Martapura

Muhammad Busiri, pengrajin intan membenarkan harus lebih dari 200 kali melihat intan jika sudah dikerjakan.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kaca pembesar melihat kualitas berlian atau intan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pengrajin Intan di Martapura sudah teruji, sebab mereka bekerja harus fokus dan hati- hati agar menggosok intan tidak rusak atau segi delapan sama bentuknya.

Muhammad Busiri, pengrajin intan di Jalan Rel Gang Berkat RT 01 Desa Pesayangan Barat, membenarkan lebih dari 200 kali melihat intan jika sudah dikerjakan.

"Bahasa lokalnya dikeker berulang ulang kali. Tidak bisa ditinggalkan saat mesin dinamo bekerja. Santai itu setelah mesin dinamo yang memutar iskip berhenti," katanya.

Baca juga: Era 90-an, Desa Pesayangan Barat Martapura Dikenal sebagai Sentra Pengrajin Intan

Baca juga: Keahlian Pengrajin Intan di Desa Pesayangan Martapura Didapatkan Turun Temurun

Intan yang diletakkan di iskip itu dilihat dengan kaca pembesar khusus untuk melihat segi delapan batu intan.

Sebenarnya bentuk intan itu segi empat, bulat kemudian digosok menjadi segi delapan, segi 16 dan segi 32 akan terlihat kemilau intan.

(banjaemasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved