Berita Kabupaten Banjar

Kepala SMKN 1 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Berharap Bisa Laksanakan PTM

Kepala SMKN 1 Kertak Hanyar sebut sebanyak 559 siswanya dan hampir semua guru sudah divaksin Covid-19, sehingga diharapkan bisa melaksanakan PTM.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
SUSI DESI ARIANI
Vaksinasi dosis kedua untuk siswa SMK Negeri 1 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seluruh siswa dan guru di SMK Negeri 1 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis ke 2.

Hal tersebut sekaligus menandakan kesiapan sekolah ini untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap ( PTM) terbatas.

Berkaitan hal itu pula, Kepala SMKN 1 Kertak Hanyar, Susi Desi Ariani, berharap bisa masuk dalam daftar sekolah piloting yang melaksanakan PTM di Kalsel.

"Hasil vaksin ini kami laporkan ke Disdikbud Kalsel. Semoga dengan data ini, kami bisa masuk daftar sekolah piloting PTM," ucapnya, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Bahan Mentah Intan di Martapura Mulai Sulit Didapat, Banyak Pengrajin Beralih Mengolah Buah Pukaha

Baca juga: Lokasi Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten BanjarTunggu Penetapan Kepala Daerah

Diungkapkannya juga, meski saat ini siswa SMKN 1 Kertak Hanyar masih belajar secara daring, namun kegiatan praktik di sekolah sudah dilaksanakan secara tatap muka.

Agar protokol kesehatan di sekolah berjalan lancar, maka kegiatan praktik hanya diisi oleh 15 siswa per kelas.

"Karena, praktik ini tidak maksimal bila dilaksanakan secara daring, sehingga harus tatap muka di sekolah," imbuhnya.

Lanjut Susi menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 559 siswanya sudah divaksin. Mereka mengikuti vaksin di sejumlah tempat berbeda.

Baca juga: Korban Kebakaran di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Ini Tidur di Bawah Tenda

Baca juga: Universitas Terbuka Banjarmasin Mengabdi di Desa Sungai Pinang Lama Kabupaten Banjar

Begitu pula bagi guru pengajar, kecuali tiga guru yang tidak bisa mendapatkan dosis vaksin lantaran memiliki penyakit penyerta.

"Siswa sudah semua, ada yang vaksin di sekolah dan ada juga yang vaksin di puskesmas. Kalau guru, memang ada yang belum vaksin karena komorbid," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved