Berita Kotabaru

Ketua DPRD Berharap Vaksinasi Bisa Lebih 50 Persen, Gapki Kotabaru Disentil Jangan Hanya Seremonial

Belum tercapainya target vaksinasi Covid-19, berimplementasi PPKM Kotabaru kembali melonjak ke level-3 yang sebelumnya sempat berada di level-2

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Belum tercapainya target vaksinasi Covid-19, berimplementasi PPKM Kotabaru kembali melonjak ke level-3 yang sebelumnya sempat berada di level-2.

Cakupan vaksinasi Covid-19 Kotabaru masih jauh dari angka 50 persen.

Kembali Kabupaten Kotabaru naik level PPKM, membuat Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis angkat bicara.

Hal itu disebabkan keterlambatan distribusi vaksin oleh Pemerintah Pusat. Sementara cakupan vaksin salah satu penentu naik atau turunnya level.

Baca juga: Era 90-an, Desa Pesayangan Barat Martapura Dikenal sebagai Sentra Pengrajin Intan

Baca juga: Pelaku Gantung Diri di Tanbu Pernah Dirawat di Sambang Lihum, Curhat Sering Dapat Bisikan ini

Baca juga: Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Ungkap Penyebab Kalsel Lambat Dapat Tambahan Vaksin Covid-19

Menurut Syairi, seharusnya Kotabaru menjadi skala prioritas distribusi vaksin. Sebab daerah ini rentan dari 13 kabupaten/kota, Kotabaru merupakan wilayah yang terbuka.

Bisa dengan mudah diakses dengan mobilisasi udara, darat, dan laut. Oleh karena itu, Syairi pun mengharapkan cakupan vaksin bisa lebih 50 persen, agar PPKM Kotabaru kembali turun level.

Disinggung keinginan Presiden Joko Widodo agar vaksin di Kalsel dalam dua bulan ke depan cakupan vaksin di angka 70 persen. Syairi tidak menepisnya.

Oleh karena itu, bukan hanya Pemerintah Pusat memprioritaskan distribusi vaksin untuk Kotabaru yang merupakan daerah yang aksesnya terbuka lebar.

Tapi juga diharapkan ada keterlibatan perusahaan, sehingga capaian vaksin di Kotabaru lebih cepat. Terutama melalui vaksin gotong royong.

Seperti vaksinasi sudah dilaksanakan BPP Hipmi Pusat beberapa waktu lalu, Syairi sangat mengapresiasi karena vaksin disuntikan ke masyarakat sebanyak 4.000 dosis.

"Tahap selanjutnya dari BPP Hipmi Pusat sekarang sedang berproses," kata Syairi kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (25/10/2021).

Kecuali vaksin dijanjikan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Seluruh Indonesia (Gapki) Kotabaru, sambung Syairi, padahal pernah dibahas melalui zoom meeting.

"Kita minta jangan hanya acara seremonial. Tapi harus diimplementasikan," pungkas Syairi Mukhlis.

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved