Breaking News:

Berita Kalsel

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Ungkap Penyebab Kalsel Lambat Dapat Tambahan Vaksin Covid-19

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel mengungkap jika stok vaksin Kalsel masih tersisa dalam sepuluh hari usai pengiriman, dipastikan tidak dapat tambahan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
HM Lutfi Saifuddin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin mengungkap jika stok vaksin Kalsel masih tersisa dalam sepuluh hari usai pengiriman, dipastikan tidak dapat tambahan.

Terangnya Senin (25/10/2021) saat mendatangi Kemenkes beberapa waktu lalu. Data stok vaksin di Kalimantan Selatan ada yang melebihi 10 hari.

"Jika dalam 10 hari itu masih ada stok, maka tidak dikirim vaksin tambahan, harus dihabiskan dulu dalam waktu 10 hari berikutnya," jelasnya.

Ia juga memaklumi kebijakan pemerintah tersebut karena stok vaksin juga berbatas waktu, ada batas kadaluarsanya sehingga harus segera dihabiskan diberikan kepada yang berhak menerima.

Baca juga: Pria Warga Banjarmasin Korban Lakalantas di Jalan PM Noor Banjarbaru, Begini Penuturan Warga di TKP

Baca juga: Gelorakan Revolusi Hijau, Dishut Kalsel Tanam Ribuan Bibit Sepanjang Jalan A Yani Tala-Batulicin

Baca juga: Harga Emas Antam Bersertifikat Hari Ini 25 Oktober 2021, Naik Tipis Rp 1.000 Per Gram

Entri data stok vaksinasi di Banua yang masih berjalan lambat menurutnya akan merugikan masyarakat yang sangat antusias untuk mendapatkan vaksin.

Lutfi mengatakan masalah entri data ini akan memperlambat Kalsel mendapat tambahan vaksin karena dinilai stok yang ada masih tercukupi.

"Masalah di kita vaksinasinya sangat cepat namun entri datanya berjalan lambat," ujarnya sebelumnya dalam resesnya di Banjarmasin.

Ia berharap selanjutnya pemerintah provinsi maupun daerah lebih bergerak cepat untuk menghabiskan vaksin yang dikirimkan ke Kalsel.

Sebelumnya berdasarkan Inmendagri pada 19 Oktober kemarin, wilayah kabupaten kota di Kalsel yang masuk kriteria level dua yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.

Sedangkan di level tiga ada Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Balangan.

Banyak daerah di Kalsel masuk level 3 lantaran cakupan vaksinasinya masih di bawah 40 persen mengakibatkan levelnya naik setingkat dari sebelumnya di level 2 menjadi di level 3.

Bahkan Balangan yang sebelumnya di level satu baik menjadi level 3.

(banjarmasinpost.co.id/Milna)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved