Breaking News:

Tajuk

Pro Kontra Wajib PCR

Penumpang pesawat wajib menyertakan hasil tes negatif Covid-1 dengan tes PCR, kebijakan baru tersebut tercantum dalam Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMERINTAH mulai memberlakukan bagi calon penumpang yang akan naik pesawat di dalam negeri wajib melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebelum keberangkatan Minggu (24/10/2021).

Ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 dan SE Kemenhub Nomor 85 Tahun 2021.

Adapun aturan wajib membawa surat tes PCR berdasarkan SE Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 sebagai berikut mulai dari pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda tranportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Sedangkan daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Penumpang pesawat wajib menyertakan hasil tes negatif Covid-1 dengan metode tes PCR.

Kebijakan baru tersebut tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021.

Aturan itu menjadi dasar pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali, hingga 1 November 2021.

Hal ini berbeda dengan pelaksanaan PPKM pada 5-18 Oktober lalu.

Saat itu pemerintah masih mengizinkan penggunaan tes antigen sebagai syarat perjalanan udara di wilayah Jawa dan Bali, selain bukti surat vaksinasi.

Kebijakan ini tentu saja menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved