Berita Kotabaru

Tersisa 16 Hari, Proges Pembangunan Puskesmas Sigam Kotabaru Baru 47 Persen, Ini Alasan Kontraktor

Progres Pembangunan Puskesmas Sigam di lahan di wilayah Kemuning, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru baru 47 persen

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Pembangunan puskesmas sigam yang progresnya baru mencapai 47 persen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pembangunan Puskesmas Sigam di lahan di wilayah Kemuning, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan berpotensi molor.

Pantuan di lapangan proyek bersumber dari APBD senilai Rp 4,8 miliar itu masih dikerjakan PT Suramadu Nusantara Enjinering selaku kontraktor.

Waktu pekerjaan terisa sekitar 16 hari atau dimulai pada 14 Juni sampai 14 Nopember 2021 mendatang. 

Berpotensi tidak cukup waktu pelaksanaan sesuai kontraktor, kareba hingga hari ini, Jumat (29/10/2021) progres fisik pekerjaan baru mencapai 47 persen. 

Baca juga: Ketua DPRD Kotabaru Janji Kawal Anggaran Perbaikan Pelabuhan 4 Serangkai Pulaulaut Sigam Kotabaru

Baca juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan di Kecamatan di Pulaulaut Sigam, Pemkab Kotabaru Bangun Puskesmas

Sementara masih bangak pekerjaan-pekerjaan lainnya belum dikerjakan. Hal itu berdasarkan pengakuan pihak kontraktor, Eko saat ditemui banjarmasinpost.co.id di lokasi, Jumat (29/10/2021).

Eko mengakui keterlambatan pekerjaan, karena adanya beberapa kendala dialami. Pertama sebut dia, tanah atau lokasi miring. Sehingga satu pondasi kekurangan batu, sementara pihaknya kesulitan mencari material. 

Selain ada perubahan tinggi pondasi yang awalnya 60 sentimeter, pun seperti pondasi di bagian belakang bangunan hingga sampai 3 meter 20 sentimeter. 

Pekerjaan masih berlangsung yaitu, pemasangan bata, pengecatan, pemasangan ACP, keramik, plester dan acian.

"Progres bangunan sudah 47 persen," terang Eko.

Waktu pekerjaan sesuai kontrak tersisa 16 hari, sedangkan masih banyak pekerjaan harus dikerjakan.

Meski demikian, jelas Eko, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin mengejar ketertinggalan. 

Dengan melakukan lembur terhadap pekerja, upaya mempercepat pekerjaan. Misal pemasangan bata, keramik dan plester.

Sementara itu, perwakilan konsultan pengawas kegiatan, Zainal Imli, ditemui di lokasi mengatakan, melihat dari progres keterlambatan karena kondisinya cukup berat dibanding di wilayah lain. 

Menurut Zainal, pondasi di belakang kemiringannya lumayan dan sangat memakan waktu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved