Breaking News:

Berita Internasional

Arab Saudi dan Bahrain Usir Dubes Lebanon, Beri Waktu 48 Jam untuk Hengkang

Buntut kritikan soal perang di Yaman, Arab Saudi dan Bahrain usir Duta Besar Lebanon dari negaranya.

AFP
Anak-anak Yaman berfoto di depan tenda di sebuah kamp untuk pengungsi internal di pinggiran kota Marib di timur laut Yaman, pada 29 Oktober 2021 di benteng utara terakhir pemerintah Yaman yang didukung Saudi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID -Buntut kritikan soal perang di Yaman, Arab Saudi usir Duta Besar Lebanon dari negaranya.

Pemerintah Arab Saudi hanya memberikan waktu 48 jam agar perwakilan dari Lebanon itu hengkang.

Sikap keras Arab Saudi itu lantaran marah setelah dikritik soal perang di Yaman.

Tak hanya mengusir sang Dubes Lebanon, dilansir Al Jazeera, Saudi juga melarang warganya pergi ke negara itu.

Arab Saudi juga melarang semua impor dari Lebanon, dan menarik perwakilannya di sana.

Sikap Arab Saudi ternyata disusul Bahrain. Pemerintah negara itu juga memerintahkan Duta Besar Lebanon meninggalkan negaranya dalam kurun waktu dua hari.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Dunia Hari Ini: Capai 241 Juta Kasus, Arab Saudi Longgarkan Pembatasan Covid-19

Baca juga: Jemaah Umrah Ini Jadi Prioritas Diberangkatkan ke Arab Saudi, Simak Juga Biaya Umrah 2021

Pengusiran ini terjadi setelah muncul rekaman yang memperlihatkan Menteri Informasi Lebanon, George Kordahi mengritik perang yang dipimpin Saudi untuk melawan Houthi di Yaman.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Arab Saudi Beri Waktu 48 Jam untuk Dubes Lebanon Hengkang dari Negaranya.

Adapun wawancara TV itu terjadi sebelum Kordahi diangkat menjadi menteri.

Anak-anak Yaman berfoto di depan tenda di sebuah kamp untuk pengungsi internal di pinggiran kota Marib di timur laut Yaman, pada 29 Oktober 2021 di benteng utara terakhir pemerintah Yaman yang didukung Saudi.
Anak-anak Yaman berfoto di depan tenda di sebuah kamp untuk pengungsi internal di pinggiran kota Marib di timur laut Yaman, pada 29 Oktober 2021 di benteng utara terakhir pemerintah Yaman yang didukung Saudi. (AFP)

Kordahi mengatakan Houthi yang bersekutu dengan Iran "membela diri mereka sendiri melawan agresi eksternal".

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved