Breaking News:

Techno

Facebook Ganti Nama, Simak Nasib Nama Instagram dan WhatsApp

Facebook Inc, perusahaan induk yang menaungi tiga media sosial besar, Facebook, Instagram, dan WhatsApp resmi mengganti nama menjadi Meta.

Editor: M.Risman Noor
reuters.com
CEO Facebook, Mark Zuckerberg 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berganti nama. Dalam waktu dekat Facebook Inc, perusahaan induk yang menaungi tiga media sosial besar, Facebook, Instagram, dan WhatsApp resmi mengganti nama menjadi Meta.

Hal ini ditegaskan CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam konferensi tahunan pada Kamis (28/10/2021) waktu setempat atau Jumat (29/10/2021).

Perubahan nama ini turut memengaruhi kode saham perusahaan, dari yang sebelumnya FB menjadi MVRS per 1 Desember 2021.

Namun, layanan seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp tetap tak berganti nama.

Baca juga: Paket Internet Murah Telkomsel, Beli Paket Data Minimal Rp 20.000 Dapat Cashback 80 Persen

Baca juga: Paket Internet Murah Indosat, Terima Telepon dari Luar Negeri Dapat Bonus Kuota

Dalam surat terbuka, Zuckerberg mengatakan, Meta ingin menciptakan ekosistem digital berbiaya rendah. Dia menilai, kurangnya pilihan bagi konsumen dan biaya tinggi menghambat inovasi dan menghambat ekonomi internet.

Mark Zuckerberg di depan logo Meta
Mark Zuckerberg di depan logo Meta (theverge.com)

"Kami ingin layanan kami dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang, yang berarti bekerja untuk membuatnya lebih murah. Akibatnya, miliaran orang menyukai layanan kami dan ratusan juta bisnis mengandalkan alat kami," kata Zuckerberg dalam surat terbuka dikutip dari situs resmi Meta, Jumat (29/10/2021).

Perubahan nama menjadi Meta untuk mencerminkan tujuan besar yang tengah dibangun perusahaan. Zuckerberg memang menggaungkan istilah Metaverse, yakni penggabungan antara dunia nyata dengan virtual.

Dengan pendekatan ini, dia ingin layanan jejaring media sosialnya dan layanan lain bisa diakses banyak orang dengan biaya rendah termasuk biaya iklan untuk mendukung ekonomi kreatif di dunia.

Baca juga: Tergiur Tawaran Kerja di Facebook, Warga Beruntung Baru Ini Malah Kehilangan Motor, Pelaku Dibekuk

"Aplikasi seluler kami gratis. Model iklan kami dirancang untuk memberikan harga terendah bagi bisnis. Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya atau dengan biaya sederhana. Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya sederhana. Itulah pendekatan yang ingin kami bawa untuk membantu membangun metaverse," ucap Zuckerberg.

Biaya yang rendah membuat Zuckerberg berharap dalam dekade berikutnya, Metaverse akan menjangkau 1 miliar pengguna, menampung ratusan miliar dolar perdagangan digital, dan mendukung pekerjaan bagi jutaan pembuat konten dan pengembang.

"Kami bertujuan untuk menawarkan layanan pengembang dan pembuat konten dengan biaya rendah dalam sebanyak mungkin kasus, sehingga kami dapat memaksimalkan ekonomi kreatif secara keseluruhan," tutur dia.

Ilustrasi Facebook. Fitur mode gelap Facebook kini bisa dinikmati semua pengguna.
Ilustrasi Facebook. Fitur mode gelap Facebook kini bisa dinikmati semua pengguna. (istimewa)

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Facebook Ganti Nama Jadi Meta, Biaya Iklan Digital Dijanjikan Bakal Lebih Murah,di sisi lain, dia berjanji privasi pengguna akan menjadi konsennya untuk mencegah kebocoran data.

Facebook sempat dirundung masalah karena kebocoran data pengguna beberapa waktu lalu. Bahkan, Zuckerberg dalam surat terbukanya mengaku ada banyak hal yang merendahkan reputasi perusahaannya selama lima tahun terakhir.

"Privasi dan keamanan perlu dibangun ke dalam metaverse sejak hari pertama. Begitu juga standar terbuka dan interoperabilitas," pungkas Zuckerberg.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved