Berita Banjarmasin

Banjarmasin Mulai Siaga Banjir, Wali Kota Ibnu Sina : Bisa Saja Meningkat Jadi Waspada Banjir

Memasuki awal November 2021, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menetapkan status siaga terhadap musibah banjir.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki awal November 2021, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin rupanya mulai menetapkan status siaga terhadap musibah banjir.

Sekadar diketahui, sejak beberapa hari terakhir intensitas hujan di Kota Seribu Sungai (julukan Banjarmasin, red) terbilang sangat tinggi bahkan cukup ekstrem.

Dan tingginya curah hujan ini pun akhirnya membuat Pemko Banjarmasin menetapkan status waspada musibah banjir.

"Ini sudah memasuki musim hujan. Kemudian dari laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang curah hujan sangat tinggi," ujar Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

Baca juga: Waspada Banjir Kalsel Melanda, Posko Siaga Banjir HSU Terus Pantau Sungai Tabalong dan Balangan

Baca juga: Alat Deteksi Dini Catat Ada Kenaikan Debit Air, Kalsel Menuju Siaga Banjir

Baca juga: Sungai Tapin Meluap Berstatus Siaga Banjir, Ratusan Kepala Keluarga Terdampak

Ibnu menambahkan status siaga ini bisa saja nantinya berubah alias meningkat menjadi waspada hingga darurat musibah banjir.

"Dalam status kebencanaan, siaga itu kan sambil melihat situasi kemudian bisa saja naik levelnya menjadi waspada hingga darurat," katanya saat ditemui di Loby Balai Kota Banjarmasin, Senin (1/11/2021) siang.

Masih terkait dengan hal ini, Ibnu pun menerangkan berbagai persiapan sudah dilakukan oleh Pemko Banjarmasin terhadap kemungkinan bencana banjir ini.

Apalagi berkaca pada awal tahun 2021 tadi, cukup banyak masyarakat Banjarmasin yang terdampak dari adanya bencana banjir ini.

"Kita sudah melakukan pembangunan-pembangunan saluran air kemudian drainase dan sudah dalam tahap finishing. Dan kegiatan normalisasi sungai pun sudah dijalankan, dengan harapan air bisa langsung turun," katanya.

Baca juga: BPBD Kabupaten Tapin Tetapkan Tujuh Wilayah di Tapin Siaga Banjir

Ibnu juga menerangkan hal yang perlu jadi perhatian adalah ketika debit air sungai tinggi karena pasang, namun juga dibarengi dengan tingginya intensitas hujan.

"Ketika terjadi air rob kemudian bertemu dengan curah hujan tinggi tentu akan jadi masalah. Tapi kalau curah hujan tinggi namun air sungai tidak pasang, Insya Allah aman saja," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved