Berita Banjar

Peringata BMKG Kalsel Masuk Satu dari Enam Daerah Berpotensi Banjir, BPDB Waspada Cuaca Ekstrim

Enam provinsi masuk kategori siaga potensi banjir dan banjir bandang adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalteng dan Kalsel

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/EKA PERTIWI
Rumah-rumah warga hancur di salah satu desa, dari banyak desa, akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada 14 Januari 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memperingatkan enam provinsi masuk kategori siaga potensi banjir dan banjir bandang dalam tiga hari ke depan.

Pengelola daerah diminta agar mengantisipasi potensi cuara ekstrem itu dengan maksimal.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, enam provinsi yang masuk kategori siaga potensi banjir dan banjir bandang adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 

Kepala Subbidang Pencegahan BPBD Kalsel, Syahrudin saat dihubungi Senin (1/11/2021) mengatakan memang sudah mengetahui hal tersebut karena BPBD Kalsel telah mengikuti rapat koordinasi bersama BMKG. 

Baca juga: Peringatan BMKG Kalsel Masuk 18 Wilayah Berpotensi Banjir Bandang, BPBD Sebut Tanbu Masih Aman

Baca juga: Banjarmasin Mulai Siaga Banjir, Wali Kota Ibnu Sina : Bisa Saja Meningkat Jadi Waspada Banjir

Karenanya ujar Syahruddin pihaknya akan tetap waspada menghadapi fenomena alam tersebut. 

"Kita tetap waspada bahkan Kabupaten Tapin sudah apel siaga banjir, dan Kabupaten Banjar juga sudah melakukan rapat koordinasi terkait banjir ini," ujarnya.

Usai rapat bersama BMKG kemarin ujarnya pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan rapat bersama. Setelahnya akan ada surat edaran gubernur yang akan ditujukan kepada bupati dan wali kota untuk menghadapi banjir.

"Selanjutnya dari kabupaten kota akan melakukan rapat koordinasi dan apel siaga dan persiapan alat," tambahnya.

Saat ini tambah Syahruddin Kalsel masih dalam status siaga Karhutla hingga 30 November ini. Meski ada ancaman banjir namun sebagian Kalsel juga masih mengalami karhutla.

"Bahkan seharian saja panas akan ditemukan titik api," ujarnya.

Kini tambah Syahruddin Kalsel tengah menghadapi ancaman banjir yang memang diprediksi curah hujan tinggi dimulai awal November dan karhutla yang hingga kini masih terjadi.

Sementara forecaster yang bertugas, BMKG Stasiun Meteorologi kelas II Syamsuddin Noor Banjarmasin, 
Rizqi Nur Fitriani memaparkan untuk cuaca wilayah Kalsel tiga hari ke depan masih diprakirakan terdapat potensi hujan ringan hingga sedang.

Adanya fenomena La Nina memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Kalimantan Selatan, baik tingginya nilai kelembapan atmosfer pada lapisan rendah disekitar wilayah Kalsel, serta meningkatkan nilai labilitas lokal di wilayah tersebut. 

Selanjutnya dapat meningkatkan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kalimantan Selatan selama 3 hari kedepan.

Pada 1 November daerah berpotensi hujan lebat dengan status siaga yakni Barito Kuala, Banjarmasin, Banjar dan Tapin.

Baca juga: Sawah di HST Tertutup Lumpur Pasca Banjir Bandang, Komisi 2 DPRD Desak Pemkab Bantu Petani

Sedangkan untuk esok hari Selasa, 02 November 2021 tingkat kewaspadaan menurun dan untuk wilayah yang berpotensi berdasarkan yaitu di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Banjar, dan Tanah Laut.

Sedangkan di 3 November yakni Banjabaru, Banjar, Tapin, HSS, HST, dan HSU.

"Terkait tinggi gelombang laut di sekitar perairan Kalimantan Selatan masih tergolong aman dengan prakiraan tinggi gelombang sekitar 0.1 - 0.5 meter," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved