Berita Tanahlaut

Bapenda Tanahlaut Perluas Cakupan Pemakaian Alat Rekam Data Transaksi Pembayaran Pajak

Bapenda Tanahlaut kini mulai terapkan pemakaian alat perekam data transaksi pembayaran pajak hotel dan restoran secara daring.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Bupati Tanahlaut HM Sukamta serahkan alat rekam data transaksi pembayaran pajak hotel dan restoran kepada pengelola RM Lisa, Madiansyah Permana, Senin (1/11/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanahlaut (Tala) kini mulai terapkan pemakaian alat perekam data transaksi pembayaran pajak hotel dan restoran secara daring.

Kalangan warga Tala pun merespons positif inovasi tersebut. "Saya orang kecil kurang begitu paham soal itu. Ya semoga saja semuanya bisa menambah keuangan daerah agar pembangunan bisa makin banyak lagi," ucap Solihin, warga Pelaihari, Selasa (2/11/2021).

Pekerja swasta ini mengatakan kondisi ekonomi saat ini masih terasa berat karena dampak pandemi covid-19 masih terasa. Karenanya dirinya berharap pemerintah terus membikin banyak terobosan agar keadaan cepat membaik.

Inovasi tersebut secara resmi telah diluncurkan (launching) oleh Bupati Tala HM Sukamta Senin kemarin. Secara simbolis alat rekam data tersebut diterima oleh salah satu pengelola rumah makan ternama di kawasan Parit, Pelaihari.

Baca juga: Tasyakuran Peluncuran Single System, BSI Tembus Rekor Muri Pemotongan 1.300 Tumpeng Kue Tradisional

Baca juga: DPRD Tanahlaut Langsung Gelar Dua Kali Rapat Paripurna Bahas Enam Raperda, Berikut Rinciannya

Baca juga: Menelaah Moratorium Pinjaman Online

Sukamta cukup bangga dengan terobosan yang dilakukan Bapenda bekerjasama dengan Bank Kalsel Cabang Pelaihari tersebut.

Bahkan ia berharap penerapannya dapat diperluas pada sektor lain seperti pemanfaatan air bawah tanah.

Kepala Bapenda Tala H Surya Arifani mengatakan sementara saat ini pemakaian alat tersebut memang masih terbatas yakni sepuluh unit. Namun secara bertahap akan terus ditambah.

Fokusnya memang masih pada pelaku usaha hotel dan restoran. Selanjutnya akan menyentuh pelaku usaha kuliner 'kluster' menengah ke bawah seperti rumah makan atau warung makan.

"Bahkan warung makan bertenda pun seperti seafood juga kami rencanakan untuk optimalisasi pajak dari sektor kuliner menggunakan alat kem data transaksi pembayaran pajak hotel/restoran," sebutnya.

Namun perluasan cakupan sasaran tersebut akan dilakukan secara selektif. "Yang pembelinya laris dulu yang nanti disentuh. Sebelumnya kami akan melakukan sosialisasi lebih dulu," tandas Surya.

Ia mengatakan hal tersebut juga bagian dari pencermatan potensi yang disarankan Bupati Tala. "Beliau mengatakan beberapa rumah atau warung makan termasuk warung bertenda omzetnya cukup besar meski sepintas tampak sangat sederhana," sebutnya.

Karena itu perlu juga diberlakukan pengenaan pajak sebagai salah satu wujud semangat gotong-royong untuk mendongkrak pendapatan daerah. Dengan begitu pembangunan juga bisa makin meningkat.

(banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved