Breaking News:

Berita Tapin

VIDEO Berawal Hobi Tanam Bunga, Para Ibu KWT Aglonema Binuang Tapin Sukses Panen Tanaman Produktif

Kelompok Wanita Tani (KWT) Aglonema Binuang berhasil manfaatkan lahan tidur seluas setengah hektare menjadi lahan produktif.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kelompok Wanita Tani (KWT) Aglonema Binuang berhasil manfaatkan lahan tidur seluas setengah hektare menjadi lahan produktif.

Berawal dari hobi menanam bunga, ibu-ibu ini juga berhasil panen dan meraup keuntungan jutaan rupiah.

Salah satu anggota Kelompok Wanita Tani Aglonema Binuang, Satriya Afrida mengatakan menanam tanaman produktif ini berawal dari hobi menanam tanaman hias maupun tanaman produktif dengan skala kecil seperti di pot - pot untuk konsumsi pribadi.

Satriya Afrida mengatakan kemudian melihat salah satu lahan milik masyarakat yang tidak dimanfaatkan untuk berkebun atau digunakan, sehingga muncul lah pemikiran untuk menanam tanaman produktif dengan lebih besar lagi dan untuk membantu anggota KWT Binuang dari segi ekonomi.

Baca juga: Gelar Rangkaian HUT ke-50 Korpri, Wabup Tabalong Ajak Hadirkan Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik

Baca juga: Ketua DPRD Tanahlaut Pastikan Tindaklanjuti Aspirasi Aktivis PMII Tanahlaut

Baca juga: Aktivis PMII Tala Ngeluruk ke Gedung DPRD, Tuntut Perusahaan Tambang Batu Bara di Kintap Ditindak

"Kegiatan berawal dari hobi hingga saat ini mulai meraup keuntungan yang dimanfaatkan para anggota Kelompok Wanita Tani Binuang," jelasnya, Selasa (02/11/2021).

Ia mengatakan untuk luas lahan sendiri sekitar 16 borongan, dengan berbagai jenis tanaman seperti; jagung, terong, timun, kacang panjang, tomat, bayam, cabe, sawi, patcoy, dan selidri.

" Tanaman yang ditanam sendiri merupakan tanaman yang menjadi konsumsi masyarakat sehari - hari, sehingga mudah untuk dipasarkan," lanjutnya.

Satriya yang juga sebagai Wakil kepala sekolah SMKN 1 Binuang ini mengatakan selain dijual secara segar, hasil perkebunan juga diolah terlebih dahulu seperti ; Bayam menjadi keripik bayam, timun menjadi asinan timun, dan cabe menjadi jaruk cabe.

"Selain meningkatkan nilai jual juga mengantisipasi anjloknya harga sayur dipasarkan," Ujarnya

Satriya berharap, kelompok wanita tani Binuang agar selalu semangat untuk menanam sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat salah satunya kelompok wanita Tani. Dan tidak menutup kemungkinan kedepannya kebun KWT Binuang dapat dijadikan agrowisata untuk masyarakat umum.

(banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved