Berita Kotabaru

Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Panjang Kotabaru, Kapal Antarpulau Kotabaru Harus Bergantian Sandar

Kapal angkutan penumpang dan barang, layani transportasi masyarakat antarpulau Kabupaten Kotabaru masih aktif beroperasi di Pelabuhan Panjang Kotabaru

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Ripai salah seorang buruh gerobak kerap beraktivitas di Pelabuhan Panjang Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kapal angkutan penumpang dan barang, melayani transportasi masyarakat antarpulau di Kabupaten Kotabaru masih eksis.

Meski setiap keberangkatan kapal harus antre melakukan kegiatan bongkar Pelabuhan Panjang Kotabaru.

Antrean kapal sandar untuk aktivitas bongkar muat barang, sebab area digunakan untuk kegiatan tersebut hanya satu. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Akibat kapal yang akan menggunakan area sandar untuk bongkar barang antre, sehingga berimbas pada kegiatan buruh gerobak yang biasa membawa barang akan dimuat ke kapal.

Baca juga: Eks Pasar Bauntung Banjarbaru Masih Terbengkalai, ini Saran Wakil Rakyat

Baca juga: BNNP Kalsel Gulang Sindikat Narkoba Lintas Provinsi, Dikendalikan Napi Lapas Karang Intan

"Karena antre tempat sandar jadinya memperlambat pekerjaan. Menunggu dulu kapal satu selesai muat, baru bisa sandar kapal yang lainnya," keluh Ripai kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (3/11/2021) kemarin.

Menurut Ripai, penarik gerobak yang keseharian berjibaku di pelabuhan panjang Kotabaru. Antre kapal sandar memuat barang untuk dibawa ke wilayah seberang, karena tidak kunjung diperbaikinya lantai pelabuhan yang ambles.

Sebelum lantai pelabuhan ambles kapal yang memuat barang bisa bersamaan. "Sekarang menunggu dulu kapal selesai memuat, baru bisa sandar kapal lainnya," beber Ripai.

Agar kegiatan bongkar muat khususnya para buruh gerobak bisa lancar dan cepat, berharap PT Pelindo III Kotabaru selaku pengelola pelabuhan melakukan perbaikan lantai pelabuhan yang ambles agar bisa dipergunakan lagi.

Optimistis ada upaya perbaikan pihak pengelola, walau beberapa kali pernah dilakukan pengukuran. Sampai sekarang perbaikan tidak kunjung terealisasi.

"Berkali-kali sudah diukur. Tapi sebatas diukur saja. Tidak juga diperbaiki," keluh Ripai kepada banjarmasinpost.co.id.

Padahal diakuinya, pelabuhan panjang Kotabaru salah satu bukti sejarah. "Ini (pelabuhan), pelabuhan pertama-tama di Kotabaru," ucap Ripai.

Sementara hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi dari PT Pelindo III Kotabaru.

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved