Breaking News:

Berita Kalsel

Pemprov Kalsel Datangi KKP Jakarta, Minta Solusi Masalah Kapal Nelayan Pakai Cantrang dari Jateng

Pemprov Kalsel datangi KKP di Jakarta pascakejadian pembakaran kapal nelayan Jawa Tengah pakai cantrang di perarairan Kalsel untuk cari solusinya.

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemprov Kalsel datangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta.

Hal ini menindaklanjuti kejadian pembakaran kapal nelayan asal Jawa Tengah yang pakai alat tangkap cantrang di perairan wilayah Kecamatan Jorong atau sekitar 32 mil dari Asamasam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalsel, Rusdi Hartono mengatakan pihaknya meminta agar ada solusi terhadap kapal nelayan luar Kalsel yang memakai alat tangkap cantrang.

"Kita minta rapat dengan KKP dengan menghadirkan Pemprov Jateng, himpunan nelayan Indonesia dari Kalsel dan Jateng," ujarnya.

Baca juga: BNNP Kalsel Gulang Sindikat Narkoba Lintas Provinsi, Dikendalikan Napi Lapas Karang Intan

Baca juga: Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Dilengkapi Tips Beli Emas

Baca juga: Delapan Atlet NPC Balangan Targetkan Medali untuk Kontingen Kalsel di Peparnas XVI Papua

Jika dibiarkan menurut Rusdi potensi konflik antara nelayan Kalsel dengan Jateng akan semakin besar dan dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan lagi seperti insiden pembakaran kapal kemarin.

"Mudah-mudahan ada solusi terbaik bagi Kalsel, kita serius untuk menyelesaikan masalah ini," imbuh Rusdi.

Sementara ini Rusdi meminta agar nelayan khususnya Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru menahan diri dan emosi agar tak sampai melakukan hal anarkis.

Diakui Rusdi nelayan dari Jateng yang memakai cantrang ujarnya sangat meresahkan.

Bahkan sudah ada 11 kapal nelayan Jateng di perairan 713 laut Makassar di Kotabaru yang kedapatan memakai cantrang. Semuanya sudah divonis di pengadilan negeri Kotabaru.

"Itu yang kedapatan kita, karena mereka ini lihai sekali main kucing-kucingan. Saat kita patroli mereka tidak ada, setelah kita tinggal kapalnya muncul. Sementara kewenangan pengawasan provinsi hanya hingga 12 mil, mereka di atas 13 mil," urai Rusdi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved