Breaking News:

Bumi Saijaan

Bupati Sayed Jafar Instruksikan Kadinsos Segera Data Ulang KPM di Kotabaru

Sayed juga meminta Dinsos bekerjasama Disdukcapil, turun langsung ke lapangan mendata ulang warga yang mampu dan tidak mampu.

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
Diskominfo Kotabaru
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH menerima rombongan BPJS di ruang kerjanya, kemarin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bupati Kotabaru H Sayed Jafar menginstruksikan Dinas Sosial Kotabaru segera mendata Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Instruksi itu agar tidak ada warga yang tertinggal saat penerimaan bantuan dari Kementerian Sosial.

Sayed juga meminta Dinsos bekerjasama Disdukcapil, turun langsung ke lapangan mendata ulang warga yang mampu dan tidak mampu.

Disampaikannya saat menerima kartu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (PBI JKN KIS), Kamis (4/11/2021).

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH simbolis menerima Kartu Indonesia Sehat
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH simbolis menerima Kartu Indonesia Sehat
(Diskominfo Kotabaru)

Perlu dilakukan pendataan ulang KPM, karena selain orang tidak mampu yamg menerima, yang mampu juga terdata sebagai penerima.

"Segera lakukan pendataan. Bedakan mana yang mampu dan mana yang tidak, agar bantuan disalurkan tepat sasaran," imbuhnya.

Hal itu perlu dilakukan, karena Kementerian Sosial mengeluarkan PBI JKN KIS bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, syaratnya masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Non DTKS Kementerian Sosial.

"Dengan kartu ini masyarakat kurang mampu tidak lagi memikirkan untuk biaya berobat. Tolong benar-benar didata, jangan sampai ada masyarakat kurang mampu yang tertinggal," tegas Sayed.

Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Nurviza mengatakan, kendala yang dialami petugas di lapangan kurangnya sinyal di beberapa wilayah dilakukan pendataan.

Sementara sistem secara online dan teraplikasi yang membutuhkan jaringan yang baik.

Terkait PBI JKN KIS, ia menambahkan, semua iuaran dibayarkan Kementerian Sosial Rp 46 ribu perbulan.

"Kotabaru ada sebanyak 73.954 penerima, dengan jumlah biaya Rp 31 miliar pertahun," terangnya. (aol/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved