Breaking News:

Berita Banjarbaru

Video Jalan A Yani Jadi Bubur, Banyak Mobil Terjebak Lumpur di Lianganggang Banjarbaru

Jalan A Yani di Lianganggang jadi bubur, puluhan kendaraan roda empat yang nekad melintas juga terjebak bahkan ditarik oleh angkutan lain

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARABARU - Sudah seminggu lebih Jalan A Yani Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Lianganggang Kota Banjabaru berlumpur bak bubur. 

Puluhan kendaraan roda empat yang nekad melintas juga terjebak bahkan ditarik oleh angkutan lain.

Tak jarang juga warga yang melintas dimintai tolong oleh pengendara agar bisa keluar dari terjebak material perbaikan jalan.

Terpantau Jumat (5/11/2021) jalan bahkan tampak kering. Namun karena peninggian badan jalan yang dilakukan dengan menghampar batu dengan kandungan tanah yang besar sehingga jalan menjadi bubur tanah.

Berbeda dengan jalan bagi roda dua di salah satu sisi jalan yang ditumpuk dengan batu split tanpa tanah sehingga lebih padat dan lebih mudah dilintasi kendaraan.

"Ini beda sekali jalan bagi roda dua dan di jalan khusus roda empat, pemborongnya menghampar batu banyak tanahnya makanya jalan hancur seperti ini," ujar warga sekitar yang rumah di tepi jalan itu, Hadran.

Jalan berlumpur tersebut terang Hadran sudah terjadi lebih dari seminggu ini. Usai hujan, kondisi jalan akan lebih parah lagi.

Terpantau tak hanya mobil minibus, pick up, truk tangki BBM Pertamina yang akan mengirim BBM ke Pelaihari juga sudah dua kali dalam seharian amblas di jalan tersebut.

Jalan berlumpur dari arah Pelaihari dimulai dari pertigaan kampung jembatan dua dengan Peramuan hingga 500 meter ke arah Banjarbaru.

Sementara Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Sauqi Kamal membenarkan jika banyaknya kendaraan roda empat yang amblas karena kandungan tanah pada batu yang dihampar kontraktor cukup tinggi. 

Pada dasarnya ujar Sauqi spek batu yang ditimbun atau dihamparkan untuk peninggian badan jalan sudah sesuai. Namun karena kini sedang musim hujan batu sulit dipadatkan.

"Saya sudah koreksi ke kontraktor agar nanti dicari material yang lebih kering yang tidak banyak unsur tanahnya," ujarnya. Banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved