Breaking News:

Kesehatan

Masa Pandemi Hindari Meningkatnya Risiko Diabetes dan Obesitas, Batasi Konsumsi Gula Harian

Perubahan gaya hidup selama pandemi, konsumsi gula berlebih dan berkurangnya aktivitas fisik berpotensi tingkatkan risiko obesitas dan diabetes

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
Paparan Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI, dr Elvieda Sariwati terkait risiko diabetes dan obesitas masa pandemi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perubahan gaya hidup selama pandemi, meliputi konsumsi gula berlebih dan berkurangnya aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko obesitas.

Sebelumnya, berdasarkan Riskesdas 2018, tingkat obesitas pada orang dewasa meningkat menjadi 21,8 persen dan prevalensi berat badan berlebih juga meningkat dari 11,5 persen di 2013 ke 13,6 persen di 2018.

Hal tersebut dipaparkan Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI, dr Elvieda Sariwati, M.Epid.

Diabetes juga menjadi salah satu faktor komorbid yang berkaitan dengan peningkatkan tingkat keparahan Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 Dunia 7 November 2021, Turki Kini Masuk 5 Besar di Bawah Ukrania

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 6 November 2021, Stagnan di Level Rp 946.000 Per Gram

Baca juga: Korban Tewas Ditikam, Buron Lima Bulan Tersangka Warga Kotabaru Ini Diringkus di Balikpapan Kaltim

"Pencegahan sedini mungkin adalah solusi terbaik agar terhindar dari dampak fatal diabetes. Terapkan perilaku hidup sehat dengan menjalani GERMAS dan CERDIK, "ujarnya dalam kegiatan Beat Obesity bersama Nutrifood yang digelar secara virtual, Minggu (7/11/2021) .

"Kuatkan komitmen untuk menjaga pola makan yang bergizi dan perhatikan asupan gula sehari-hari, rutin beraktivitas fisik, dan jangan ragu untuk segera periksakan diri ketika muncul gejala awal," tambahnya.

Dokter Spesialis Gizi Klinis dr Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM, menambahkan, masyarakat masih cenderung mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi, baik dari penambahan gula saat memasak, makan dan minum maupun melalui konsumsi makanan dan minuman manis.

"Masyarakat juga perlu lebih jeli dalam memerhatikan label kemasan guna mengetahui kandungan gula tersembunyi (hidden sugar) di makanan minuman. Hal ini penting agar kita dapat lebih sadar akan jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya," jelasnya.

Sementara itu, The New L-Men of The Year 2021 sekaligus seorang Health Influencer, Marcellino Indrawan, berbagi pengalaman dalam menurunkan berat badan dan menjalani gaya hidup sehat.

"Pada awal tahun 2021, berat badan saya mencapai angka 90 kg. Sejak saat itu, saya berusaha dalam menjaga asupan nutrisi, membatasi asupan gula, aktif berolahraga, dan beristirahat, di tengah-tengah kesibukan saya sebagai seorang managing director di sebuah perusahaan," ungkapnya

Dalam waktu 10 bulan, kini berat badan dia mencapai 76,5 kg, dengan massa otot yang lebih tinggi.

"Tidak hanya itu, saya merasakan manfaat dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat, di mana fisik terasa lebih fit, performa lebih optimal dan produktif dalam beraktivitas, dan hidup terasa jadi lebih berkualitas dan produktif," pungkas Marcellino.

(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved