Breaking News:

Bumi Tuntung Pandang

Pemkab Tala Bersama Arutmin Sinergi Tempa Guru Tangani Kelas Inklusi, Begini Sasaran Ingin Dicapai

Para guru di Kabupaten Tanahlaut mendapat bimbingan teknis peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
Diskominfo Tanahlaut
Para guru di Kecamatan Kintap menyimak paparan pemateri terkait pendidikan inklusi, Selasa (7/11/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Selain pendidikan reguler formal, Pemkab Tanahlaut (Tala) juga menaruh perhatian besar terhadap pendidikan inklusif.

Kalangan guru yang mengemban tugas pada pendidikan khusus itu pun terus ditempa kecakapannya.

Terkini, beberapa hari lalu telah digelar bimbingan teknis peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Arutmin Indonesia, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Bandung, dan Pemkab Tala melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala.

Peserta kegiatan itu sebanyak 40 orang guru perwakilan dari 35 sekolah se-Kecamatan Kintap. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala H Zainal Abidin membuka bimtek yang digelar di SMP Negeri 2 Kintap tersebut.

Pada Bimtek tersebut ada tiga materi khusus yaitu untuk menghadapi ABK yang terindikasi slow learner (kesulitan belajar), kesulitan fokus belajar, dan autisme. Narasumbernya dari Kemendikbud RI melalui P4TK Banjarbaru.

Pelaksanaan bimtek yang dilaksanakan pada 2 November 2021 tersebut berlangsung selama empat hari. Melalui kegiatan itu diharapkan dapat memberikan dampak baik untuk kemajuan pendidikan inklusi khususnya di wilayah Kecamatan Kintap.

Zainal mengapresiasi atas kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2019 tersebut.

"Pelatihan itu untuk membantu guru mendeteksi anak berkebutuhan khusus, sehingga pelayanan yang diberikan bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diperkenankan mengikuti pembelajaran di sekolah umum jika di wilayah setempat belum memiliki sekolah khusus atau Sekolah Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Karenanya, bimtek kepada guru dinyatakannya menjadi solusi agar guru semakin menguasai kelas dengan kondisi anak yang beragam.

Sementara itu Yudo Prakoso selaku Community Development Superintendent PT. Arutmin Indonesia Site Kintap mengatakan Bimtek tersebut menjadi salah satu program sosial untuk sekolah lingkar tambang.

Pihaknya berharap kegiatan rutin tiap tahun tersebut dapat mendukung program pemerintahan agar seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan yang merata. "Semoga apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat," tandasnya. (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved