Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Petani Kalsel Turun 3,20 Persen

Survei BPS Kalsel, harga terendah gabah di tingkat petani sebesar Rp 4.300 per kilogram dengan varietas Siam Kutilang di Angkinang Kabupaten HSS.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co,id/reni kurniawati
Petani di Desa Kramat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, memanen padi yang terendam dan membawanya ke tepi jalan, Senin (4/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Nilai Tukar Petani (NTP) berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 11 daerah di Kalimantan Selatan pada Oktober 2021, alami kenaikan 0,04 persen.

Angka itu setelah dibandingkan pada September lalu 2021, yaitu dari 107,89 menjadi 107,93.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Yos Rusdiansyah, menjelaskan, hal itu disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal. 

"Kenaikan NTP Oktober 2021 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,88 persen, subsektor peternakan sebesar 1,60 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,28 persen," urainya. 

Baca juga: Baju Impor dan Branded Laku Keras di Arena Bazar Kota Banjarbaru

Baca juga: Modal Terbatas, Begini Kisah Pemuda Banjarbaru Sukses Mendulang Cuan dari Sewa Lapak untuk UMKM

Sementara itu, NTP pada dua subsektor mengalami penurunan, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,92 persen, subsektor tanaman hortikultura sebesar 0,11 persen.

Masih kata Kepala BPS Kalsel, telah dilaksanakan survei harga produsen gabah saat Oktober di sejumlah kabupaten, yakni Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Bumbu dan Balangan.

Hasilnya, kata dia, harga terendah di tingkat petani sebesar Rp 4.300  per kilogram dengan varietas Siam Kutilang di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 

"Harga tertinggi mencapai Rp 6.363  per kilogram terdapat di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala dengan varietas Siam Karang Dukuh," sebutnya.

Baca juga: Mau Mulai Bisnis Sewa Lapak dan Booth, Ini yang Harus Diperhatikan

Baca juga: Pelaku Usaha Kecil di Kabupaten HST Keluhkan Harga Minyak Goreng dan Telur Melonjak

Dibandingkan bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 3,20 persen dari Rp 5.098,18 per kg saat September menjadi Rp 4.935,08 per kg di Oktober . 

"Pada bulan ini penurunan harga gabah disebabkan karena banyak terjadi transaksi untuk padi lokal yang baru berakhir masa panen raya. Namun di beberapa desa masih terdapat panen, sehingga harga cenderung turun," beber Yos Rusdiansyah. 

Adapun harga gabah di tingkat penggilingan juga turun 2,83 persen dari Rp 5.186,12 per kg saat September menjadi Rp 5.039,36 per kg pada Oktober.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved