Breaking News:

Berita Kotabaru

VIDEO Pekerjaan Jalan Gunung Sari Kotabaru Masih Tahap Penggalian Tanah, Waktu Tersisa 40 Hari

Progres pekerjaan peningkatan ruas jalan Gunung Ulin-Gunung Sari di Kecamatan Pulaulaut Kabupaten Kotabaru Kalsel, capai 50 persen tahap penggalian.

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Progres pekerjaan peningkatan ruas jalan Gunung Ulin-Gunung Sari di Kecamatan Pulaulaut Kabupaten Kotabaru Kalsel, capai 50 persen masih tahap penggalian tanah.

Belum terlihat pengerjaan fisik, para pekerja berada di lokasi bangunan masih melakukan pemotongan besi dan pembuatan papan bakesting untuk pengecoran.

Sementara waktu pelaksanaan sesuai kontrak (26 Juli sampai 22 Desember 2021) oleh PT Irina Perkasa selaku kontraktor pelaksana proyek bernilai Rp 3,7 miliar, tersisa sekitar 40 hari lagi.

Konsultan Pengawas dari CV Archigo Consultan, Puspa ditemui di lokasi proyek mengatakan pekerja masih bekerja. Pekerjaan masih dalam penggalian dan mencapai 50 persen.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 8 November 2021 Stagnan, Simak Pula Harga Emas UBS

Baca juga: Jadwal SKB CPNS 2021, Berikut Syarat Administrasi Harus Dilengkapi Peserta Seleksi

"Akan dikejar dalam beberapa waktu mungkin," kata Puspa kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (8/11/2021).

Selain penggalian, sambung Puspa, saat ini pekerja sedang melakukan pembesian. Ia mengakui sesuai kontrak masih tersisa tinggal sedikit. Namun tetap optimitis bisa menyelesaikan sesuai kontrak,

"Dari kontraktor kan sudah mengusahakan. Jadi, ya kita saja nanti," pungkas Puspa kepada banjarmasinpost.co.id.

Sementara hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi pihak Dinas PUPR. Dicoba dikonfirmasi Kabid Binamarga di kantor belum berhasil karena tidak berada di tempat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru H Akhmad Rivai mengatakan, optimis selesai jika ada keyakinan dari konsultan pengawas.

Apalagi proyek tidak bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), sehingga tidak ada konsekuensi ke daerah apabila pekerjaan tidak selesai sesuai waktu.

"Kalau APBD duitnya kan kembali juga ke daerah. Lain, kalau hangus duit kembali ke pusat kita jadi tanggungannya, tidak. Ya, paling dari asaz manfaatnya," jelas Rivai.

Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan, bisa jadi kendala keterlambatan pekerjaan.

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved