Breaking News:

Fakultas Kedokteran ULM

Gelar Konfrensi Internasional The 2nd Hesicon, FK ULM Angkat Tema Penyakit Khas Kawasan Lahan Basah

Hadirkan Pembicara Lokal hingga Internasional, The 2nd Hesicon FK ULM Angkat Tema Penyakit Khas Kawasan Lahan Basah

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
The 2nd Hesicon FK ULM Tahun 2021 digelar secara hybrid virtual dan luring, Selasa (9/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rangkaian kegiatan konferensi internasional bertajuk The 2nd Health Science International Conference (Hesicon) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah dimulai, Selasa (9/11/2021).

Diinisiasi dan diprakarsai oleh Unit Riset Center FK ULM, konferensi digelar secara hybrid baik daring maupun luring mengangkat tema Tropical Disease of Wetland Areas in Pandemic and Post-Pandemic Era of Covid-19. 

Ajang Hesicon kedua yang digelar di Tahun 2021 ini diisi oleh sederet pembicara dari akademisi berbagai universitas terkemuka di Indonesia maupun mancanegara. 

Tak ketinggalan, praktisi kesehatan pun menjadi pembicara memaparkan hasil penelitiannya terkait penyakit-penyakit yang sering muncul di area lahan basah

Pembicara dari ULM di antaranya Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc, Prof. Dr. dr. Nia Kania, Sp.PA (K), Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A (K) serta Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd dari ULM dan Universitas Palangka Raya. 

Lalu ada pula Prof. dr. Sultana MH Faradz, PAK., Ph.D dari Universitas Diponegoro, Prof. dr. M Hussein Gasem, Sp.PD-KPTI., Ph.D dari RS Dr. Kariadi Semarang dan Prof. Andre Van Der Ven, MD, Ph.D, DTMH dari Radboud University Medical Centre Belanda. 

Dekan FK ULM, Dr. dr. Iwan Aflanie., M.Kes., Sp.F., SH mengatakan, tema penyakit di kawasan lahan basah diangkat karena sejalan dengan visi-misi FK maupun ULM secara umum. 

Ketua Unit Riset Center FK ULM, Prof. Dr. dr. Nia Kania, Sp.PA (K)
Ketua Unit Riset Center FK ULM, Prof. Dr. dr. Nia Kania, Sp.PA (K) (Fakultas Kedokteran ULM)

"Karena memang visi-misi FK dan ULM secara umum adalah menjadi institusi yang memiliki keunggulan dan berdaya saing di lahan basah," kata Dr Iwan. 

Dijelaskannya, tak sedikit aspek dari penyakit-penyakit khas di lahan basah termasuk yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit atau jamur masih dapat dipelajari sehingga memperkaya pengetahuan dengan tujuan optimalisasi penanganan dan pencegahannya. 

Selain itu, konferensi internasional seperti The 2nd Hesicon ini dinilai menjadi upaya makin memperkenalkan FK ULM tak hanya di Indonesia tapi juga di mata Internasional. 

"Tentu ini sangat menunjang kemajuan kita dan sebagai cara mempublikasikan riset yang sudah dilakukan. Ini juga meningkatkan mutu Fakultas Kedokteran ULM dan mendukung agar semakin baik akreditasinya," terang Dr Iwan. 

Ketua Unit Pusat Riset Center FK ULM, Prof. Dr. dr. Nia Kania, Sp.PA (K) menambahkan, tak cuma konferensi yang diisi para pembicara, The 2nd Hesicon juga akan dirangkaikan di hari kedua dengan agenda workshop, Rabu (10/11/2021).

Moderator The 2nd Hesicon FK ULM Tahun 2021.
Moderator The 2nd Hesicon FK ULM Tahun 2021. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Dimana workshop akan berfokus pada tanaman-tanaman herbal yang tumbuh di Kalimantan dan dapat berfungsi sebagai tanaman obat. 

"Ini diproses dengan teknologi yang disebut freeze drying," terang Prof Nia. 

Selain bermanfaat bagi aspek keilmuan dan pengobatan kesehatan, Ini kata Prof Nia juga bisa berkontribusi terhadap pengembangan potensi kekayaan alam khususnya di Kalsel. (AOL)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved