Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Hingga Oktober 2021, Capaian Realisasi UPPD Samsat Banjarbaru Kalsel Lampaui dari Rp 8,7 miliar

Kebijakan keringanan denda pajak membuat UPPD Samsat Banjarbaru pada Oktober 2021 berhasil melampaui target pendapatan, yakni Rp 8.705.839.097,41.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ALPRI WIDIANJONO
Kantor UPPD Samsat Banjarbaru di Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebijakan keringanan denda pajak memengaruhi produktivitas  pencapaian hasil pajak kendaraan bermotor.

Semisal pada penerimaan yang dilakukan UPPD Samsat Banjarbaru pada Oktober 2021 berhasil melampaui target pendapatan, yakni sekitar Rp 8.705.839.097,41.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi, Selasa (9/11/2021), mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras selama masa diberlakukannya kebijakan relaksasi potongan 50 persen yang berjalan dari 9 Agustus - 9 September 2021.

"Alhamdulillah, selama berjalannya masa kebijakan tersebut realisasi dari pendapatan 9.9 Bauntung di Kota Banjarbaru berhasil tercapai. Bahkan melampaui target yang ditetapkan Bakeuda Kalsel, yakni sekitar Rp 8,7 miliar lebih," sebutnya.

Baca juga: Realisasi Penerimaan Pajak di Kalsel Tumbuh Sebesar 13,76 Persen

Baca juga: Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Petani Kalsel Turun 3,20 Persen

Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Terdaftar yang ditetapkan Pemprov Kalsel untuk UPPD Samsat Banjarbaru, disebutkannya, sebesar Rp 7.909.903.747,41.

"Ini target yang ditetapkan selama masa relaksasi. Tentunya sangat jauh sekali realisasi yang ada," imbuhnya.

Dia memaparkan, khusus penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) mengalami pergerakan positif sebesar 66,21 persen pada triwulan ke III dengan nilai pendapatan sebanyak Rp 43.298.996.800.00 yang terhitung dari Juli, Agustus dan September tahun 2021.

"Kalau Triwulan ke II UPPD Samsat Banjarbaru hanya menerima realisasi sekitar Rp 16.028.288.800,00. Tren positif ini dipengaruhi melandainya Covid-19 dan PPKM sudah mulai dilonggarkan," ungkapnya.

Baca juga: Modal Terbatas, Begini Kisah Pemuda Banjarbaru Sukses Mendulang Cuan dari Sewa Lapak untuk UMKM

Baca juga: Baju Impor dan Branded Laku Keras di Arena Bazar Kota Banjarbaru

Jika dilihat dari hasil penerimaan tertinggi di tingkat Kalimantan Selatan, UPPD Samsat Banjarbaru berada di posisi kedua.

Sementara itu, UPPD Samsat Banjarmasin II berhasil meraih realiasasi pendapatan di posisi pertama sebesar Rp 12.239.835.977,00 dari Pokok PKB terdaftar Rp 10.697.777.927.00.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved