Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Petani Porang di Jawa Teriak Harga Anjlok, Petani Kalsel Tak Terpengaruh

Petani porang di Jawa  teriak menyusul anjloknya harga porang hingga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Trisno
Petani porang di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Petani porang di Jawa  teriak menyusul anjloknya harga porang hingga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram. 

Misal di di Banyuwangi, Jawa Timur, Porang di kawasan itu turun, dari tahun lalu itu kisaran Rp 12.000-Rp 13.000. Saat ini anjlok hingga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram. 

Lalu bagaimana di Kalsel? Salah satu petani Porang di Kabupaten Banjar Fadli, mengatakan harga porang di Kalsel tidak turun dibawah Rp 7000.

"Dari dulu dari awal memang harganya Rp 7000 atau Rp 6000. Jadi tak seperti di Jawa yang semula sempat Rp 13 ribu," kata dia. 

Baca juga: BNI Kucurkan KUR untuk Petani Porang di Wanaraya, Muslim Sebut Dapat Pinjaman Rp 50 Juta

Baca juga: Petani Kalsel Ekspor Porang Dalam Bentuk Chip, Harga Mencapai Rp60 Ribu per Kilogram

Ketua Asosiasi Petani Porang Kalsel,Joni Sulistianto, menjelaskan fenomena di Jawa itu karena hayalan Pentani maunya Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu kilo untuk Porang Chip seperti tahun kemarin. 

"Ketika saat ini pabrik beli harga Rp 7500, maka mereka (para petani Porang di Jawa pada teriak anjlok," kata Joni Sulistianto. 

Sementara di Kalsel, sambung Joni Sulistianto, petani awal awal terbiasa jual harga Rp 3000, Rp 4000, Rp 5000.

"Nah saat sekarang harga Rp 7500 petani senang," tandas Joni Sulistianto. 

Menurut Joni Sulistianto, harga ideal porang itu Rp 6000- Rp 7000.. 

"Lebih dari itu kasian pengusaha / pabrik tidak bisa jalan. Harga chip kering( tepung) sudah ada standarnya jika rendemen 17%-20%. Basah ke kering. Harga chip Rp 58 ribu, trus minta harga diatas 10 ribu, ya bangkrut pengusaha," sebutnya. 

Justru, sebaliknya, dengan harga,5000./ kilogram.petani sudah untung besar?.

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Porang, Bangun Industri Shirataki di Madiun Jawa Timur

"Yang bilang anjlok itu pasti petani tanam porang baru tahun kemarin, bukan petani senior. Saya yakin kalau petani Senior sudah mengetahui harga porang banagimana," sebutnya. 

Dari pengamatan Joni Sulistianto musim saat ini sudah waktu, musim tanam porang, sebab cuaca seperti ini cuaca ideal Porang untuk ditanam. 

"Apalagi sebentar lagi masuk musim hujan," kata dia. 
 (Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved