Breaking News:

Penanganan Covid 19

Varian Corona AY.4.2 alias Delta Plus Kini Rambah Malaysia, Begini Sikap Indonesia

Varian corona AY.4.2 alias Delta Plus telah merambah Malaysia.Berikut ini penjelasan mengenai apa itu virus corona varian Delta Plus.

SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studio
Ilustrasi - Covid-19 atau virus corona. Varian Corona AY.4.2 alias Delta Plus Kini Rambah Malaysia, Begini Sikap Indonesia 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus covid-19 di Malaysia masih tinggi. Bahkan kini disebut, varian corona AY.4.2 alias Delta Plus telah merambah negeri jiran itu.

Hal ini perlu diwaspadai Indonesia, lantaran virus corona varian baru itu disebut lebih menular daripada varian Delta.

Jika tidak diantisipasi, bisa jadi kasus covid-19 Indonesia yang telah mengalami tren penurunan bisa naik lagi.

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu virus corona varian Delta Plus.

Baca juga: BREAKING NEWS: Covid-19 Indonesia 8 November 2021, Hari Ini Tambah 244 Kasus Positif Corona

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 7 November 2021: Ada 444 Kasus Positif Baru dan 11 Orang Meninggal

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini varian virus corona AY.4.2 atau Delta Plus telah sampai di Malaysia.

Dikutip dari BBC (22/10/2021) seperti diberitakan Kompas.com, varian Delta Plus dapat menyebar lebih mudah dibandingkan varian Delta.

Meskipun demikian, belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih buruk, dan ilmuwan yakin vaksin masih dapat bekerja dengan baik untuk memberikan perlindungan.

Budi juga mengatakan, sampai saat ini varian AY.4.2 atau delta plus belum terdeteksi di Indonesia.

"Varian AY.4.2 sudah sampai di Malaysia, tapi belum atau tidak terdeteksi di Indonesia sampai sekarang," ujar Budi dikutip dari Kompas.com, Senin (8/11/2021).

Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menyiapkan alat tes di lokasi pengujian virus Corona Covid-19 gratis di Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur, pada 27 Mei 2021.
Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menyiapkan alat tes di lokasi pengujian virus Corona Covid-19 gratis di Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur, pada 27 Mei 2021. (AFP/Mohd Rasfan)

Budi menyebut saat ini telah dilakukan genome sequencing dengan jumlah antara 1.500 sampai 1.800 tes per bulan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved