Breaking News:

Berita Bisnis

Harga Sayuran di Pasar Tradisional Banjarbaru Merangkak Naik hingga 60 Persen

Fardi, pedagang sayur keliling, kendati harga sayur mengalami kenaikan, dia tidak mengurangi barang bawaannya.

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/salmah
Harga beberapa sayuran di pasaran mengalami kenaikan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejak beberapa hari terakhir ini beberapa harga sayuran mulai bergejolak naik, ada yang 10 persen bahkan hingga 60 persen, kendati demikian tidak menurunkan permintaan pasar.

Terutama sayur sawi saat normal 1 ikat cuma Rp4000, sekarang dijual seharga Rp10 ribu/ikat.

Wortel Rp18.000/kg sebelumnya Rp 14 ribu, tomat ukuran kecil Rp12 ribu/kg padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 10 ribu/kg.

Begitu juga sayur pare, pedagang menjual dengan harga Rp 16 ribu/kg, saat harga stabil hanya Rp 10 ribu/kg.
Buncis Rp 20 ribu/kg sebelumnya hanya Rp 15 ribu/kg.

Baca juga: Hingga Oktober 2021, Capaian Realisasi UPPD Samsat Banjarbaru Kalsel Lampaui dari Rp 8,7 miliar

Baca juga: Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah Dorong dan Promosikan Agrowisata Petik Melon

Jumi pedagang pasar mingguan di Banjarbaru, mengatakan, sejak sering turun hujan hampir setiap hari, harga sayur mulai mengalami kenaikan, hal demikian memang kerap terjadi.

"Kalau saya jual kepada pembeli disesuaikan dengan harga ambilan di tingkat partaian (grosir), kalau lagi murah akan dijual murah, kalau saat ini lagi tinggi harganya, mau tidak mau harus menaikkan juga," ujarnya.

Hal yang sama juga dinyatakan, Fardi, pedagang sayur keliling, kendati harga sayur mengalami kenaikan, dia tidak mengurangi barang bawaannya.

Cukup menyesuaikan harga saja.

Baca juga: Harga Sayur Organik di KRPL Anggrek di Banjarmasin Dijual Lebih Murah dari Pasaran

"Cuma kadang pembeli saja yang komentar harga mahal, ya cukup dijelaskan saja memang dari ambilannya sudah naik harganya. Tetapi pelanggan saya tetap beli," katanya.

Sementara Santi, pedagang makanan masakan di Ulin Banjarbaru, mengatakan, untuk masakan sayuran yang dijualnya, dia akan memilih harga sayur yang tidak besar kenaikannya.

Menurutnya, jual sayur masak sulit untuk menaikan harga.

Pelanggan tahunya tetap Rp 5000/mangkok, maka dari itu jenis olahan sayur harus bisa dipilih macamnya.

"Biasa ada menyediakan sayur capcay tumis tidak berkuah, untuk sementara ditiadakan dulu, lebih sering mesakan sayur berkuah, sehingga kesannya tetap banyak," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved