Breaking News:

Berita Banjarmasin

Berkunjung ke Stasiun Riset Curiak Batola, Ustadz Yusuf Mansyur Bercengkrama dengan Kawanan Bekantan

Kehadiran Ustadz Mansyur juga disambut oleh kawanan Bekantan dari kelompok Alpha yang bertengger di pohon rambai pinggiran sungai.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Fery untuk Banjarmasin Post
Ustadz Yusuf Mansur menanam pohon Rambai di Pulau Curiak, Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ustadz kondang asal Jakarta, H Yusuf Manysur berkunjung ke Stasiun Riset Bekantan, Pulau Curiak, Anjir Muara, Barito Kuala.

Ditemani Darmawan Jaya Setiawan, mantan walikota Banjarbaru periode 2016-2021.

Sebelum ke Pulau Curiak melalui susur sungai, Ustadz Mansyur dijamu sarapan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, di Rumah Anno Banjarmasin.

Kedatangan ustadz Manysur, sebutan populer pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran dan pengajian Wisata Hati ini, disambut langsung Amalia Rezeki, founder Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), pengelola Stasiun Riset Bekantan didampingi crew SBI lainnya.

Baca juga: Nanang Kebudayaan Kalsel 2021 Abdul Aziz Aktif di Sahabat Bekantan Indonesia

Baca juga: Turut Peduli Kembangkan Ekowisata Bekantan Lokbuntar Tapin, Warga Desa Lawahan Jadi Pemandu Wisata

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dikunjungi oleh ustadz Manysur. Apalagi beliau mengajak kami semua bersama berdoa agar upaya mulia menyelamatkan Bekantan dan alam ini selalu dalam lindungan dan berkah Allah SWT," jelas Amel sebutan akrab kandidat doktor bekantan dari Universitas Lambung Mangkurat ini, Rabu (11/11/2021).

Kehadiran Ustadz Mansyur juga disambut oleh kawanan Bekantan dari kelompok Alpha yang bertengger di pohon rambai pinggiran sungai.

Kejadian ini sangat langka, karena walaupun didekati, kawanan Bekantan itu tidak menjauh, mereka bercengkrama layaknya keluarga yang bahagia.

“Masya Allah, luar biasa, saya bisa melihat langsung satwa ciptaan Allah yang eksotik ikon provinsi Kalimantan Selatan. Sungguh mempesona. Saya merasa beruntung hari ini bisa melihatnya," kata ustadz Mansyur

Selain ke stasiun Riset Bekantan, ustadz Mansyur juga berkesempatan menanam pohon rambai diarea restorasi mangrove rambai ditemani Darmawan Jaya Setiawan dan para pengunjung lainnya.

Baca juga: Genangan Banjir Rob di Kurau Kabupaten Tanahlaut Meninggi, Ruangan Masjid Sempat Calap

Baca juga: Pencabulan di Kalsel, Kakek 71 Tahun di Tabalong Diduga Lima Kali Setubuhi Anak di Bawah Umur

Amel menjelaskan, mangrove rambai dipilih untuk memulihkan habitat Bekantan dan ekosistem lahan basah kawasan Pulau Curiak, karena pohon itu merupakan tegakan pendukung aktivitas bekantan dan pucuk daunnya merupakan sumber pakannya.

Melestarikan hutan rambai, berarti melestarikan bekantan serta kehidupan liar lainnya, termasuk melestarikan ekosistem sungai yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

"Dan yang lebih penting lagi sebagai mitigasi bencana iklim akibat pemanasan global. Karena hutan mangrove mampu menyerap karbon empat kali lipat lebih, daripada hutan tropis lainnya," ujarnya.

Usai menanam pohon mangrove rambai ustadz Mansyur kembali mendoakan untuk Amel dan crew SBI.

“Insya Allah, buat mba Amel dan kawan-kawan SBI. Insya Allah mudah-mudahan setiap daun itu diganjar oleh Allah menjadi pahala yang mengantar ke surga-Nya Allah SWT," ujarnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved