Breaking News:

Harga Emas di Pegadaian

Harga Emas di Pegadaian 11 November 2021, Emas Antam dan Emas UBS Stagnan

Berikut ini daftar harga emas batangan 11 November 2021. Harga emas Antam dan emas UBS di PT Pegadaian stagnan dibandingkan kemarin.

Tangkap layar www.pegadaian.co.id
Tabungan Emas Pegadaian. Harga Emas di Pegadaian 11 November 2021, Emas Antam dan Emas UBS Stagnan 

Harga emas 250 gram: Rp 224.028.000

Harga emas 500 gram: Rp 447.527.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 894.086.000

Sementara untuk tabungan emas Pegadaian, untuk setiap 0,01 gram, Pegadaian menetapkan harga jual sebesar Rp 8.740 dan harga beli Rp 8.470.

Harga Emas Dunia Terus Naik

Sementara itu, dilansir dari Kontan.co.id, harga emas melanjutkan penguatan di hari keenam berturut-turut hingga Kamis (11/11) pagi. Pukul 7.30 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.850,21 per ons troi, menguat tipis 0,03% dari penutupan perdagangan kemarin.

Sedangkan harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange pagi ini menguat 0,23% ke US$ 1.852,50 per ons troi. Harga emas berjangka ini mengakumulasi kenaikan 5,02% dalam kenaikan enam hari perdagangan berturut-turut. Sedangkan akumulasi kenaikan harga emas spot enam hari terakhir mencapai 4,54%.

Harga emas mencapai level tertinggi lima bulan, memimpin reli logam mulia. Data menunjukkan harga konsumen AS melonjak bulan lalu, meningkatkan daya tarik emas batangan sebagai lindung nilai inflasi.

"Sekali lagi kita memiliki data inflasi yang panas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters. "Emas menjadi lindung nilai klasik terhadap inflasi, kami percaya inflasi adalah lingkungan positif yang mendasari yang akan mendorong reli pasar emas dalam beberapa minggu dan bulan ke depan," ujar dia.

Baca juga: DAFTAR Harga Emas Antam 5 November 2021, Per Gram Naik Rp 7.000

Harga konsumen AS meningkat pada bulan Oktober karena orang Amerika membayar lebih banyak untuk bensin dan makanan. Alhasil, harga konsumen mengarah ke kenaikan tahunan terbesar dalam 31 tahun.

"Kondisi ini adalah pedang bermata dua karena data inflasi terus keluar lebih panas dari yang diharapkan, kekhawatiran akan apakah Federal Reserve mengurangi likuiditas lebih cepat dari yang diantisipasi," kata Meger.

Harga emas juga mendapat dukungan penurunan imbal hasil riil US Treasury dan penurunan minat terhadap aset berisiko yang menekan Wall Street dalam dua hari terakhir. Analis Standard Chartered Suki Cooper mengatakan, emas perlu menembus resistance utama US$ 1.835 per ons troi adalah penting. Penutupan di atas harga US$ 1.851 dapat memicu momentum kenaikan menuju US$ 1.900.

"Emas memiliki dasar yang kuat untuk membangun momentum harga mengingat permintaan musiman yang kuat dari India," kata Cooper. (Kompas.com/Kontan.co.id)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved