Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Budi Daya Porang Mulai Ramai, ASPI Kabupaten Batola Diharapkan Wujudkan Corporate Farming

Di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya Kabupaten Batola terdapat 30 hektare porang. Anggota ASPI Batola 50 petani diharap terus memajukan usahanya.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Bibit dan umbi porang yang ditampilkan saat tanam bersama di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, D, MARABAHAN - Budi daya Porang tengah ramai digandrungi petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Batola, terdapat lahan 30 hektare Porang yang tengah ditanam para petani. 

Disampaikan Trisno Subroto, Ketua Asosiasi Petani Porang Indonesia (ASPI) Batola, saat ini telah terdata sekitar 50 anggota petani porang di kelompoknya.

Para anggota ASPI Batola tersebut dominan tersebar di Kecamatan Wanaraya dan sekitarnya.

Baca juga: VIDEO Petani Desa Sumber Rahayu Batola Kembangkan Budidaya Tanaman Porang

Baca juga: Petani Porang di Jawa Teriak Harga Anjlok, Petani Kalsel Tak Terpengaruh

"Potensi budi daya Porang sangat menjanjikan, petani di asosiasi kami sedang menanam di lahan sekitar 30 hektar dan beberapa waktu ini juga akan ditambah 12 hektare," ucap Trisno. Minggu (14/11/2021). 

Mengenai tingginya minat masyarakat membudidayakan Porang, Bupati Batola Hj Noormiliyani menyampaikan apresiasinya pada kesempatan taman bersama 11 November 2021. 

Hal ini berkenaan dengan upaya masyarakat yang terus mengembangkan usaha tani yang telah menjadi andalan Kabupaten Batola

"Saya harap, ASPI Batola tidak sekedar kelompok biasa, namun bisa mewujudkan corporate farming. Turut memikirkan program anggotanya dari penanaman hingga memasarkan hasil panen," ucapnya.

Baca juga: Petani Kalsel Ekspor Porang Dalam Bentuk Chip, Harga Mencapai Rp60 Ribu per Kilogram

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Porang, Bangun Industri Shirataki di Madiun Jawa Timur

Karena dengan begitu, masyarakat petani Porang tidak bingung untuk menjual hasil panen, serta harga tidak dipermainkan tengkulak.

Apalagi nantinya jika musim panen secara bersamaan. Tentunya akan banjir Porang.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved