Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Kalimantan Aman

Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina MOR Kalimantan sebut suplai ke Kalsel aman, tak terpengaruh insiden kebakaran di kilang Cilacap.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
ILUSTRASI - Truk tangki BBM Pertamina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tangki minyak terbakar di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2021) malam. 

Namun, pasokan BBM ke wilayah Kalimantan, termasuk Provinsi Selatan (Kalsel), tetap aman. Tak terpengaruh atas insiden kilang pertamina cilacap terbakar tersebut.

"Aman, stok BBM ke Kalimantan aman dan tidak terganggu," tegas Susanto August Satria dari Unit Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) Kalimantan, Minggu (14/11/2021). 

Sebelumnya, dia menyebut, realisasi konsumsi solar di Kalsel hingga 26 Oktober 2021 di angka 566 kilo liter per hari. 

Baca juga: Tangki Kilang Minyak Cilacap Terbakar, Warga Diungsikan ke Kelurahan dan Masjid

Baca juga: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar Lagi, Kepulan Api dan Asap setinggi 20 Meter

Jumlah ini, kata Satria, meningkat dibanding realisasi konsumsi solar saat September, yaitu sebesar 557 kilo liter per hari.

Meski ada kenaikan, dia menegaskan, konsumsi tersebut tetap dapat dipasok oleh Pertamina. 

Karena, solar masuk dalam kategori Jenis BBM Tertentu (JBT), pasokannya sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah termasuk Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). 

"Kalau kuota, maka yang berhak berbicara tentu regulator dari pemerintah. Tugas dan tanggung jawab Pertamina memasok dan mendistribusikan solar seoptimal mungkin, sesuai kuota yang sudah ditetapkan," kata Satria.

Baca juga: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Pasokan BBM dan LPG Jateng-DIY Dipastikan Tetap Aman

Namun demikian, dia melanjutkan, secara umum kuota solar di Kalsel tahun ini meningkat dibanding pada 2020.

Adanya pola peningkatan konsumsi solar yang terjadi beberapa waktu belakangan, kata dia, tak lepas dari efek berantai makin menurunnya level PPKM di berbagai daerah termasuk di Kalsel. 

"Kan terlihat polanya di September rata-rata PPKM  level 4, lalu di Oktober sudah menurun ke level 3 dan 2. Jadi, aktivitas kembali meningkat dan otomatis permintaan BBM juga meningkat," terang Susanto August Satria, seraya menambahkan konsumsi dexlite dan pertadex juga demikian. 

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved