Breaking News:

DME Bakal Gantikan ELpiji

Mengenal DME, Bahan Bakar Pengganti Elpiji yang Disiapkan Pemerintah

Pemerintah berencana menggantikan elpiji dnegan DME. Hal itu lantaran saat ini 75 persen konsumsi elpiji dalam negeri masih dipenuhi dari impor.

Kontan.co.id
Contoh tabung DME yang dipamerkan PT Pertamina, PT Bukit Asam, dan Air Products and Chemical Inc. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah berencana menggantikan Liquified Petroleum Gas (Elpiji) yang selama ini sudah familiar dan digunakan masyarakat, menjadi Dimethyl Ether (DME).

Sebenarnya apa itu DME? Berikut ini ulasannya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sebelumnya pernah menyebut akan ada konversi penggunaan Elpiji menjadi produk hilirisasi batubara berupa Dimethyl Ether (DME).

Hal ini seperti dikutip dari Kontan (24/11/2020). Arifin menargetkan, penggantian konsumsi dari LPG ke DME akan berlangsung pada tahun 2035.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Sujatmiko mengatakan, gasifikasi batubara untuk menghasilkan DME dilaksanakan karena kebutuhan Elpiji yang semakin meningkat.

Padahal saat ini, sebanyak 75 persen hingga 78 persen dari konsumsi Elpiji dalam negeri masih dipenuhi dari impor.

Untuk itu, pemerintah merencanakan produk hilirisasi batubara berupa DME dapat mensubstitusi LPG sedangkan methanol untuk menggantikan bahan baku industri kimia. Hal itu disampaikan Sujatmiko dalam acara Kompas Talk bertajuk Hilirisasi Batubara untuk Pemulihan Ekonomi secara virtual, Rabu (1/9/2021). Dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Stok BBM dan Elpiji Aman

Baca juga: Petugas Damkar Kotabaru Latih Para Ibu Rumah Tangga Tangani Kebakaran Tabung Gas Elpiji

Sekadar diketahui, DME adalah hasil olahan atau pemrosesan sedemikian rupa dari batubara berkalori rendah.

DME memiliki sifat layaknya Elpiji meski panas yang dihasilkan sedikit lebih rendah dari elpiji.

Tujuan proyek ini mengurangi ketergantungan pada impor elpiji. Dari total konsumsi elpiji nasional, sekitar 70 persen diperoleh dari impor.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved