Breaking News:

Berita Banjarmasin

Peringatan HKN ke-57 di Banjarmasin Diwarnai Isu Pungli, Dinkes Sebut Sumbangan

Dinas Kesehatan Banjarmasin tak punya anggaran untuk memperingati HKN ke-57 dengan cara minta uang dari pegawai, fasilitas kesehatan hingga apotek.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin menggelar puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Kegiatan yang dipusatkan di panggung terbuka di Jalan RE Martadinata (depan Balai Kota, red) itu malah diterpa isu kurang sedap, yaitu terkait dugaan pungli.

Pasalnya, untuk melaksanakan peringatan puncak HKN ke-57 tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin melalui panitia pelaksana meminta iuran ke berbagai instansi dan fasilitas layanan kesehatan.

Bahkan ramai beredar surat yang berisi permintaan iuran untuk menyukseskan puncak HKN ke-57.

Dalam surat tersebut dirincikan nominal minimal iuran yang diminta mulai dari Rp 100 ribu per ASN di Puskesmas/Dinkes hingga Rp 25 juta dari fasilitas kesehatan besar.

Baca juga: Operasi Zebra Intan, Kapolresta Banjarmasin Tegaskan Personel Bertindak Preemtif dan Edukatif

Baca juga: UMP Kalsel 2022 - Rumor Naik 1,1 Persen, Sekda Mengatakan Tunggu Ketetapan Gubernur

Selanjutnya, untuk rumah sakit swasta Rp 2 juta, klinik dan laboratorium Rp 1 juta, profesi kesehatan Rp 1 juta, instalasi sebesar Rp 1 juta, internal di Dinkes Banjarmasin Rp 1 juta. 

Kemudian untuk apotek sebesar Rp 500 ribu, toko obat minimal Rp 300 ribu dan bagi para ASN Puskesmas/Dinkes per orang minimal Rp 100 ribu. 

Uang iuran itu dikumpulkan melalui rekening bank nama panitia yang dimuat dalam surat dimaksud. Atau, melalui Sekretariat Panitia HKN ke-57 tahun 2021 yang bertempat di Kantor Dinkes Banjarmasin

Terkait isu ini, Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi memberikan klarifikasi bahwa itu adalah sumbangan yang diminta panitia pelaksana.

Dikarenakan, lanjut dia, Dinkes Banjarmasin tidak memiliki anggaran untuk menggelar acara untuk peringatan puncak HKN ke-57 tersebut.

Baca juga: Seleksi CPNS 2021 di Lingkup Pemko Banjarmasin, 378 Peserta Dinyatakan Lulus SKD

Baca juga: Dinyatakan Lulus, 978 Peserta SKD CPNS Pemprov Kalsel Berhak Ikut SKB

"Kita memang tidak punya anggaran untuk beli baju untuk memeriahkan peringatan HKN. Lalu ada kesepakatan dari panitia, dan disepakati kepala Puskesmas, Direktur rumah sakit dan juga urun rembuk Rp 100 ribu untuk beli baju," ujar Machli, Senin (15/11/2021).

Ia kembali menegaskan bahwa uang sumbangan yang dimaksud tidaklah wajib, terlebih berdasarkan kesepakatan panitia.

Termasuk juga sumbangan yang diminta ke berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari klinik, laboratorium hingga toko obat.

"Tidak ada paksaan atau tidak diwajibkan. Mereka yang menyumbang pun tidak berupa uang saja, tapi banyak juga yang berupa barang," tukasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved