Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Berkah Sawit, Petani Tanahlaut Ini Kini Bisa Kuliahkan Anak Ke Luar Negeri, Begini Kisah Suksesnya

Pernah menjadi buruh serabutan, kini Petani sawit di Jorong Tanahlaut sukses di perkebunan sawit. Ia pun bisa menguliahkan anak hingga keluar negeri

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Pak Sutik alias Nanik tengah memanen sawit. Berkat berkebun sawit, ia bisa menguliahkan anak hingga keluar negeri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menggunakan alat panen sawit, tangan Sutik begitu cekatan. Perlahan warga Jorong Tanahlaut itu memanen buah sawit yang mulai matang dengan alat sejenis Galah.

Kemudian sawit yang dipanen tersebut ditumpuk dan dibawa menggunakan alat angkut dorong ke areal pinggir akses jalan sawit untuk mempermudah pengangkutan sawit ke pabrik.

Keseharian itu, Sutik lakukan di areal perusahaan PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA) di Jorong Tanahlaut.

Pria yang disapa Pak Nanik itu sudah bekerja di PT CPKA mulai 2010. Hingga 2021, Pak Nanik ketiban berkah dari sawit. Sebab, ada pundi penghasilan yang tetap diharap setelah kerja di perkebunan sawit.

Baca juga: Melihat Pengolahan Kelapa Sawit di Kalsel, Perusahaan Ini Hasilkan 4 Ribu Ton CPO Sebulan

Baca juga: Pekerja Kebun Kelapa Sawit di Kabupten Kotabaru Ini Tuntut Ketersediaan Vaksin

“Sebelum ini, saya hanya buruh serabutan. Penghasilan tidak tentu ada tiap bulan. Alhamdulillah, dengan bekerja di perusahaan sawit ini, saya ada gaji yang setiap bulannya bisa diharapkan, sesuai Upah Minimun Regional (UMR),” katanya, Minggu (14/11/2021). 

Lebih bersyukur lagi, apa yang dirasa Mahyar Maryanto. Seorang warga Desa Alur Kecamatan Jorong Tanahlaut. Ia berprofesi sebagai security di PT CPKA, sekaligus petani plasma sawit di
kampungnya.

Bapak lima anak ini terbilang sukses. Berkah sawit, Mahyar Maryanto mampu menguliahkan anaknya sampai ke jenjang master dan bahkan kuliah di luar negeri.

Status sosial ekonominya pun menjadi lebih mapan dan mengubahnya yang semula sebagai peternak ayam, kini fokusnya beralih menjadi pekerja dan petani sawit.

Pria yang disapa Maryanto tersebut mengaku, selain menjadi petugas keamanan (security) yang bergaji UMR sekitar Rp 2,6 juta, dia juga merupakan petani plasma sawit dengan areal sekitar tiga hektare.

Dari sawit seluas tiga hektare itu, Maryanto ambil bagian di koperasi sawit dan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 6 juta per bulan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved