Breaking News:

Puasa Ayyamul Bidh

Makna Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1443 H, Begini Bacaan Niatnya Beserta Terjemahan

Puasa Ayyamul Bidh bermakna sebagai puasa pada 3 hari bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
istimewa
Puasa Ayyamul Bidh 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadh’I fardhi syahri Ramadhna lillahi ta‘ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Baca juga: Amalan Malam Jumat, Baca Pula Al Kahfi Sebelum Sholat Jumat di Awal Rabiul Akhir 1443 H

Keutamaan dan Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan, maka dapat melaksanakan Puasa Qadha Ramadan di hari Ayyamul Bidh untuk mendapatkan dua keutamaan sekaligus.

Pertama, terhapusnya utang puasa dan kedua, mendapatkan keutamaan puasa ayyamul bidh.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

1. Seperti berpuasa Sepanjang Masa

Terdapat nilai penting dari puasa sunah tiga hari dalam sebulan, yaitu seperti berpuasa sepanjang masa.

Hanya dengan berpuasa selama 3 hari sudah cukup mewakili nilainya yang sama dengan berpuasa sepanjang hidup kita.

Sebagaimana diisyaratkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, "Puasa tiga hari setiap bulan, bagaikan puasa selama hidup (sepanjang masa)." (Mutafaq alaih).

puasa ayyamul bidh.
puasa ayyamul bidh. (instagram wakafdt)

2. Mengikuti anjuran Rasulullah

Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam kesayangannya untuk melakukan puasa sunnah tersebut.

Dalam hadis dinyatakan bahwa, anjuran ini jangan sampai ditinggalkan selama hidup.

Wasiat tersebut disampaikan oleh Rasulullah untuk dijalankan agar kita mendapatkan manfaatnya.

3. Mengikuti Kebiasaan Rasulullah

Rasulullah tidak hanya menganjurkan untuk berpuasa tiga hari dalam sebulan, tetapi beliau juga menjalankannya sepanjang hidupnya.

Seperti cerita Mu'adzah al-Adawiyah ra, bahwa ia pernah bertanya pada Aisyah ra, "Apakah Rasulullah berpuasa tiga hari setiap bulan?". Jawab Aisyah, "Benar." Ia bertanya lagi, "Bulan apa saja?". Aisyah menjawab, "Tak peduli bulan yang mana saja." (HR. Muslim).

Baca juga: USTAZ Abdul Somad Membahas Rahasia Sukses Dunia Akhirat pada Sholat Tahajud, Mendapatkan Syafaat

Apabila kita melaksanakannya, kita telah melaksanakan kebiasaan Rasulullah sehari-hari yang sudah jelas baik dan bermanfaat.

4. Baik Sedang di Rumah atau Bepergian

Rasulullah berkomitmen untuk melaksanakan puasa tanggal 13, 14, dan 15 dan tidak pernah meninggalkannya dalam kondisi apapun.

Meski sedang di rumah maupun saat bepergian Rasulullah tetap akan menjalani puasa sunnah tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved