Breaking News:

Banjir Kalteng

Banjir Kalteng, Warga Lelaki di Palangkaraya Bertahan Jaga Rumah, Kaum Ibu dan Anak ke Pengungsian

Khawatir pencurian, kaum pria yang terdampak banjir Kalteng di Palangkaraya memilih bertahan di rumah yang terendam

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
tribunkalteng.com
Banjir Palangkaraya, warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman karena banjir merendam rumah setinggi pinggang orang dewasa di Kawasan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalteng, Senin (15/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Hampir dua pekan banjir masih merendam permukiman di Bantaran Sungai Kahayan Palangkaraya.

Bahkan hingga Rabu (17/11/2021), banjir akibat meluapnya Sungai Kahayan yang terjadi setiap tahun, belum menunjukkan tanda-tanda mulai menyurut.

Meski demikian, warga yang sudah terbiasa dengan kejadian ini, memilih bertahan di rumah, meski ketinggian banjir mencapai 1 meter.

Namun bertahan dalam rumah, membuat warga memerlukan bantuan makanan.

Sugian salah satu warga Jalan Anoi Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya Palangkaraya mengharapkan bantuan bahan makanan untuk mereka.

Baca juga: Banjir di Kalsel - Sebanyak 7.550 Jiwa, Jembatan dan Jalan di Kabupaten HST Terdampak

Baca juga: Banjir di Kalsel, BPBD Kabupaten Tala Siagakan Personel dan Rutin Pantau Wilayah Rawan

"Ibu-ibu dan anak-anak sudah tinggal di pengungsian, kami kaum laki-laki masih tinggal di rumah yang banjir untuk berjaga agar tidak ada maling yang masuk rumah," ujarnya.

Sebab itu, Sugian mengharapkan bantuan bahan makanan untuk mereka yang tinggal di rumah untuk berjaga-jaga dari pencurian jika rumah dikosongkan.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bersama Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, sudah melakukan pengecekan kondisi tenda pengungsian terdampak banjir di sejumlah wilayah di Palangkaraya.

Gubernur Sugianto ingin memastikan sendiri kondisi suasana di lokasi sekitar banjir dan kesiapan tenda pengungsian hingga tempat berkumpulnya warga.

Baca juga: Sopir Lelah dan Mengantuk, Truk Pengangkut 11 Ton Semen Terguling Masuk Parit di Barabai HST

Kedua kepala daerah saling berkoordinasi untuk melakukan upaya penanganan awal hingga kesiapan tenda pengungsian dan dapur umum serta bantuan selimut dan bahan pokok lainya untuk keperluan secara darurat.

“Kami imbau warga untuk sabar dan pemerintah berupaya melakukan penanganan dan bantuan secara bertahap terhadap kondisi banjir saat ini,” ujar Sugianto.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, sudah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari kedepan setelah melihat luasnya kawasan yang dilanda banjir juga dampak banjir terhadap warga kota.

(tribunkalteng.com/fathurahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved