Breaking News:

Banjir di Kalbar

Meninggal di Genangan Banjir, ASN Kabupaten Sintang Kalbar Terjatuh Saat Dorong Sampan

Seorang ASN di lingkungan Pemkab Sintang Provinsi Kalbar ditemukan meninggal di tengah genangan Banjir yang melanda Kabupaten Sintang

Editor: Hari Widodo
TRIBUNPONTIANAK/Dok PSC 119
Tim Satgas Penanganan Batingsor melakukan evakuasi Jasmin, seorang ASN di lingkungan Pemkab Sintang, Kalimantan Barat, terjatuh saat mendorong sampan di Jalan Darma Putra, Kelurahan Ladang. Nyawa pria berusia 42 tahun tersebut tak tertolong. Jasmin, meninggal dunia di RSUD Ade M Djoen. Diduga, korban terjatuh akibat serangan jantung.    

BANJARMASINPOST.CO.ID, SINTANG -  Seorang ASN di lingkungan Pemkab Sintang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ditemukan meninggal di tengah genangan Banjir yang melanda Kabupaten Sintang.

ASN bernama Jasmin itu terjatuh saat mendorong sampan di Jalan Darma Putra, Kelurahan Ladang.

Nyawa pria berusia 42 tahun tersebut tak tertolong. Jasmin, meninggal dunia di RSUD Ade M Djoen. Diduga, korban terjatuh akibat serangan jantung.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 17 November 2021, pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Meninggal Tenggelam di Sungai, Pria HSU Kalsel Ini Sempat Dilarang Istri Berangkat Cari Ikan

Baca juga: Tiga Hari Tenggelam Pasca Jatuh dari Kelotok, Pria Ini Ditemukan di Sungai Kapuas Desa Jangkang

Siang itu, datang seorang penambang perahu berteriak kepada tim medis PSC 119 Dinkes Sintang yang standby di Posko Banjir simpang 5 tugu Adi Pura.

Dedi Kosasi, tim PSC 119 Dinkes Sintang bergegas menuju lokasi menggunakan mobile ambulance.

"Penambang datang ke pos simpang 5, berteriak, 'Bang ada yang sakit'. Jadi kami segera kita lakukan peninajauan di tempat dengan mobil ambulance PSC ke lokasi. Pas sampai posisi sudah diletakan di atas sampan penambang. Saya ndak tau secara detail kejadiannya, apakah pas ditemukan dalam posisi tenggelam, atau tidak," kata Dedi dikonfirmasi Tribun Pontianak.

Saat ditemukan, Jasmin masih ada gerakan, namun kesadarannya menurun termasuk saturasi oksigennya.

"Masih ada reflek gerakan, tapi kesadaran menurun, pas sampai di ambulance kita cek saturasinya sempat turun. Coba kita rangsang lagi, ada reaksi lagi, sampai di rumah sakit. Rumah sakit sudah standby oksigen, setelah terpasang kita drop ke ruangan IGD. Pas di IGD dilakukan RJP. Segala usaha sudah dilakukan namun Allah berkehendak lain (meninggal dunia)," kata Dedi.

Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno mengatakan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sekira pukul 10.00 WIB, korban ingin belanja ke Alfamart menggunakan sampan. Di tengah jalan yang terendam banjir terjatuh saat mendorong sampan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved