Breaking News:

Berita Batola

Vaksinasi di Desa Tanjung Harapan Batola, Warga Ini Sebut Bervaksin Untuk Syarat Dapatkan BLT DD

Warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak,Kabupaten Batola antusias mengikuti vaksinasi. Satu diantaranya untuk syarat dapatkan BLT DD

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Warga membludak mengikuti vaksinasi Covid- 19 di Balai Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Rabu (17/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Vaksinasi Covid- 19 di sejumlah gerai di Kabupaten Barito Kuala berlangsung dengan antusias tinggi belakangan ini. 

Seperti yang berlangsung di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Rabu (17/11/2021). Setidaknya 400 orang lebih membludak mendatangi lokasi vaksinasi di dua tempat berbeda. Yakni si Balai Desa Tanjung Harapan dan Pondok Pesantren Tarbiyatul Quran. 

"Untuk di balai desa ditargetkan 300 orang dan di Pesantren Tarbiyatul Quran ada 150 orang," ucap Bripka Erwin P Sitanggang, petugas vaksinasi dari Polres Barito Kuala. 

Ia pun mengatakan, tingginya antusias masyarakat menerima vaksin kali ini karena program berjalan dengan teknis jemput bola.

Hal ini menjadi satu kemudahan warga untuk divaksin tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan tertentu. 

Baca juga: Pencapaian Masih 25 Persen, Lansia di Banjarbaru Sasaran BIN Kalsel Dalam Program Vaksinasi

Baca juga: Vaksinasi Diadakan BIN Kalsel di SMPN 1 Batulicin Kabupaten Tanbu

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelajar di Banjarmasin Sudah Mencapai 57 Persen

Di samping itu, vaksinasi yang diinisiasi Polri kali ini lebih memprioritaskan para lansia. Karena capaian secara keseluruhan di Batola masih terbilang rendah. 

Dari penuturan Nawati, warga yang mengikuti vaksinasi, ia mengaku bervaksin untuk mendapatkan serifikat sebagai persyaratan menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Warga yang mengikuti vaksinasi, ia mengaku bervaksin untuk mendapatkan serifikat sebagai persyaratan menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). 

Hal ini berkenaan dengan Instruksi Bupati Batola No 1 Tahun 2021 yang mensyaratkan harus tervaksin, jika tidak maka akan mendapat sanksi administratif berupa penundaan pencairan bantuan yang dimaksud. 

Instruksi ini sendiri telah disosialisasikan oleh setiap SKPD terkait sejak 1 November 2021 dan berjalan baik pada pelaksanannya.

Adapun mengenai vaksinasi yang berlangsung di Pesantren Tarbiyatul Furqan, lebih diarahkan untuk santri atau pelajar di lingkungan pesantren. 

Program yang diinisiasi oleh Bandan Intelejen Negara (BIN) sebagai penyelenggara ini juga menyediakan cukup banyak stok vaksin jenis Pfizer. Yakni 1.587 dosis. 

Baca juga: Akhirnya Warga Terpapar Covid-19 di Kabupaten Tanahlaut Nihil, Vaksinasi Terus Digencarkan

"Dari 1.500 lebih dosis tersebut akan di siapkan untuk beberapa pesantren dan masyarakat umum. Di antaranya Ponpes Bustanul Ilmi, Darul Falah, Ponpes NU Batola, Nuzzhanul Muttaqin dan Tarbiyatul Furqan," ucap Wondo, perwakilan BIN Kalsel. 

Ia pun menyampaikan, upaya vaksinasi akan terus digeber guna membantu program Pemkab Batola dalam mencapai target 70 persen di penghujung 2021 nanti. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved