Breaking News:

Bank Kalsel

Bank Kalsel Gelar Seminar Pemenuhan Modal Inti, Seluruh Pemegang Saham dan DPRD Hadir

Bank Kalsel selenggarakan Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengundang Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel

Editor: Eka Dinayanti
Bank Kalsel
Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diselenggarakan o.alsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kewajiban akan pemenuhan modal inti yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK (POJK) No. 12/POJK.03/2021, semakin menjadi perhatian serius oleh Bank Kalsel dan para pemegang sahamnya.

Hal ini tergambar dalam kegiatan Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diselenggarakan oleh Bank Kalsel dengan mengundang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Provinisi Kalsel, OJK, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel serta para pejabat terkait.

Acara berlangsung di Grand Dafam Q Hotel, Banjarbaru (16/11).

Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan seluruh pemegang saham Bank Kalsel tidak terkecuali Gubernur Kalsel, untuk menyatukan persepsi agar dapat bersama-sam membuat komitmen untuk penguatan Bank Kalsel.

Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diselenggarakan oleh Bank Kalsel.
Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diselenggarakan
oleh Bank Kalsel. (Bank Kalsel)

Terkumpulnya para pemegang saham beserta para pejabat terkait, seminar ini menjadi tempat diskusi yang tepat untuk menemukan solusi pemenuhan modal inti di tengah adanya refocusing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

I G.K. Prasetya selaku Plt. Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan ada beberapa alternatif yang dapat membantu penyertaan modal inti Bank Kalsel.

Dengan skenario agar keuangan daerah tidak terlalu terbebani di tengah pandemi.

“Kami menyadari bahwa jika kewajiban pemenuhan modal inti sepenuhnya dibebankan pada APBD tentunya akan sangat memberatkan keuangan daerah. Ditengah kondisi keuangan daerah yang terkonsentrasi pada penanganan covid-19 dan upaya pemulihannya, Bank Kalsel menawarkan berbagai skenario seperti pengembalian dividen, revaluasi aset, dan inbreng,” ungkap Prasetya.

Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diselenggarakan oleh Bank Kalsel.
Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diselenggarakan
oleh Bank Kalsel. (Bank Kalsel)

Haizir Sulaiman selaku Ketua Bidang Syariah Asbanda yang mewakili Ketua Umum Asbanda, mengatakan, upaya peningkatan modal inti BPD telah mendapat dorongan dari Kemendagri dan OJK, sehingga dorongan tambahan dari stakeholder BPD di daerah sangat diperlukan.

“Upaya peningkatan modal inti ini lebih khusus kepada BPD yang belum bisa memenuhi kebutuhan modal inti sebesar Rp 3 triliun pada Desember 2024, salah satunya Bank Kalsel. Untuk itu, dalam pertemuan kali ini diharapkan peningkatan modal Bank Kalsel mendapat dukungan penuh dari stakeholder dan shareholder baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Selatan,” ucap Haizir.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved