Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Cegah Peredaran di Kalsel, Kanwil DJBC Musnahkan 1 Juta Batang Rokok Ilegal

Sebanyak 1.080.720 batang rokok dan 37 botol miras ilegal senilai Rp 1,131 miliar dimusnahkan Kanwil DJBC Kalbagsel. Potensi kerugian Rp 495,3 juta.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Pemusnahan barang ilegal di Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (18/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) selain sebagai community protector dan revenue collector, juga memiliki tugas untuk mengawasi peredaran Barang Kena Cukai (BKC).

Sejalan dengan hal itu Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) berupaya maksimal untuk menekan peredaran rokok dan juga minuman keras ilegal.

Kali ini sebanyak 1.080.720 batang, dan 37 botol miras yang dimusnahkan. Semuanya merupakan hasil penindakan BKC HT dan MMEA mulai triwulan keempat 2020 hingga triwulan kedua 2021.

Dengan total semuanya mencapai Rp 1,131 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 495,3 juta.

Sebagian rokok ilegal dimusnahkan dengan cara di bakar di Kanwil DJBC Kalbagsel di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Anda bisa saksikan video pemusnahannya di link inihttps://www.youtube.com/watch?v=FtX0Noi3JTs

Baca juga: VIDEO Uji Mutu Barang, Kini Pengusaha Cukup Gunakan E-Pengujian

Baca juga: Penumpang ke Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalsel Sehari Tembus 2.000 Orang

Sedangkan yang lain dimusnahkan dengan cara dicampur sampah dan ditimbun dengan tanah, dilaksanakan di TPA Regional Banjarbakula yang terletak di Cempaka Kota Banjarbaru.

Untuk minuman keras ilegal, sebagian dimusnahkan dengan cara dipecahkan botolnya menggunakan palu di Kanwil DJBC Kalbagsel, Banjarmasin. Sisanya dilindas stum kemudian ditimbun tanah di TPA Regional Banjarbakula.

Berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal yang dilakukan P2EB UGM, terjadi penurunan persentase rokok ilegal di tahun 2020, yakni sekitar 4,86 persen. Turun dibanding 2018 sebanyak 7,04 persen. 

Penurunan persentase rokok ilegal di pasaran mengindikasikan pengawasan yang efektif di bidang cukai bertempat di dua lokasi berbeda.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved