Breaking News:

Berita Kalteng

Sungai Mentaya Meluap Banjiri Permukiman di Bantaran Kotim Kalteng, Warga Lihat Kemunculan Buaya

Warga di Muara Sungai Sampit dan Sungai Handil Sohor Kabupaten Kotawaringin Timur melihat kemunculan seekor buaya

Editor: Hari Widodo
faturahman/tribunkalteng.com
Petugas saat memasang umpan buaya di bantaran Sungai Mentaya Desa Pelangsian Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu.    

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalteng kini meluap hingga membanjiri permukiman masyarakat di bantaran Sungai.

Situasi ini, membuat warga risau. Terlebih belum lama ini warga di Muara Sungai Sampit dan Sungai Handil Sohor Kabupaten Kotawaringin Timur melihat kemunculan seekor buaya.

Warga khawatir menjadi korban serangan predator sungai Mentaya tersebut.

Kemunculan buaya Sungai Mentaya tersebut juga telah dilaporkan warga kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Baca juga: Hilang Diduga Diterkam Buaya, Jasad Nelayan Udang di Tarakan Kaltara Belum Ditemukan

Baca juga: Serangan Buaya di Kalteng, Paha Warga Bantaran Sungai Mentaya Sampit Robek Diterkam

Baca juga: Banjir di Kalsel, Air di Desa Sardangan Tanbu Masuk dalam Rumah, Warga Melihat Kemunculan Buaya

"Ya benar ada kabar buaya muncul ke permukaan saat air pasang Sungai Mentaya. Kami yang bermukim di bantaran sungai sangat waswas serangan buaya apalagi saat banjir seperti sekarang," ujar Fatmi salah satu warga Sungai Sampit, Kamis (18/11/2021).

Laporan warga pun direspon petugas Pos Sampit SKW II Pangkalan Bun yang menindaklanjuti laporan kemunculan buaya di Muara Sungai Sampit Dan Sungai Handil Sohor di Kabupaten Kotim tersebut.

BKSDA Pos Sampit menindaklanjuti laporan kemunculan buaya di muara Sungai Sampit dan Sungai Handil Sohor dengan memasangan dua  plang pengumuman dan melakukan imbauan ke warga Desa Handil Sohor yang sedang dilanda banjir.

Petugas juga melakukan pengecekan jerat dan pancing buaya yang terpasang di Sungai Sapihan, Desa Basirih Hilir karena juga ada laporan huaya muncul di kawasan tersebut.

"Info warga yang diminta bantuan pengawasan jerat dan pancing, diduga kuat 1 buah jerat sempat memerangkap buaya, namun sayangnya terlepas," ujar Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah.

Diduga selama banjir, buaya bertambah menjadi 4 ekor, ukuran dari 1 meter sampai hampir 3 meter yang muncul ke permukiman masyarakat sehingga pihaknya memasang plang pengumuman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved