Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

VIDEO Sempat Jadi Terdakwa, Oknum Politisi di Tanah Laut Lepas Dari Dakwaan Kejahatan Narkoba

Setelah sempat jadi terdakwa, Oknum politisi di Tanahlaut lepas dari dakwaan kasus narkoba

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat menjadi tersangka juga terdakwa perkara dugaan kejahatan narkoba serta kepemilikan senjata tajam tanpa hak, seorang oknum politisi di Kabupaten Tanah Laut berinisial S alias A lepas dari dakwaan dan tuntutan terkait dugaan kejahatan narkoba.

Ini setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin pengadil dan pemeriksa perkara memvonis S tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama kesatu dan pertama kedua.

Dimana dalam dakwaan pertama kesatu, jaksa penuntut umum mendakwa S bersalah melakukan pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Lalu pada dakwaan pertama kedua, S didakwa jaksa penuntut umum bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Majelis Hakim tak sejalan dengan dakwaan dan keyakinan Jaksa Penuntut Umum.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama kesatu dan dakwaan pertama kedua. Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan pertama kesatu dan dakwaan pertama kedua," bunyi amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim dalam sidang, Kamis (11/11/2021).

Artinya, tuntutan jaksa penuntut umum terkait dakwaan tersebut yaitu 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara tak dikabulkan.

Meski demikian, majelis hakim menjatuhkan vonis bersalah terhadap S atas dakwaan kedua, yaitu tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 Tentang Senjata Tajam.

Dimana S divonis hukuman pidana penjara selama enam bulan dan lima belas hari oleh Majelis Hakim yang diketuai M Fatkan.

Dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa selama proses hukum berlangsung sejak Minggu (2/5/2021), pasca sidang vonis terdakwa diperhitungkan sudah memenuhi masa waktu penahanan sehingga dapat dibebaskan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhod)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved