Breaking News:

Berita HST

Penyebab Salah Prediksi Soal Ketinggian Banjir Barabai HST Hari Ini, Begini Analisis Aktivis Meratus

Informasi banjir besar kembali melanda Barabai cukup membuat warga panik hingga mengungsi. Namun, prediksi banjir besar tidak terjadi

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Situasi di jembatan masjid Shulaha Barabai Kamis 18 November 2021 pukul 01.00 wita yang kembali menjadi tempat parkir mobil dan sepeda motor warga yang tinggal di bantaran sungai Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BARABAI - Ketinggian air di aliran sungai Mangkiling,bagian hulu Sungai Hantakan Kamis malam 18 November 2021 pada pukul 23.00 wita yang diperkirakan lebih dalam ketimbang 13 Januari 2021 lalu sebagaimana diinformasikan warga setempat, menurut aktivis lingkungan dan pegiat pariwisata benar adanya. 

Karena kondisi itu pula, warga Barabai yang menerima informasi tersebut diimbau BPBD HST aga siaga dan mengamankan barang masing-masing, karena diperkirakan barabai kembali dilanda banjir besar.

Hal itu juga membuat sebagian warga mengungsi. Namun prediksi itu diluar dugaan. Barabai memang kembali tergenang air, namun hingga saat ini kedalamannya masih di bawah banjir beberapa hari lalu. 

Mengapa hal itu bisa terjadi? Reza Fahlifi, aktivis lingkungan dan pengelola wisata alam di Meratus menyampaikan analisanya.

Baca juga: Banjir di Kalsel - Sejumlah Ruas Jalan Barabai HS Tergenang Lagi, ini Kawasan yang Terendam

Baca juga: Banjir di Kalsel, Prediksi Barabai HST Terendam Lagi, Warga Ramai-ramai Mengungsi

Dia menyebut, kondisi aliran sungai Mangkiling saat itu tidak bisa disimpulkan atau disamakan dampaknya terhadap aliran sungai dihilirnya.

Mengapa? "Kita harus tahu dulu kondisi air dialiran sungai Papagaran, kemudian diketahui pula kondisi aliran sungai Patikalain dan Haruyan Dayak,"katanya.

Kejadian Kamis malam sekitar pukul 22.00 sampai 00.00 wita, kenaikan air diatas ambang aman hanya terjadi di aliran sungai Mangkiling.

Papagaran saat itu baru terjadi hujan sedang pada pukul 10-11 malam yang debit dan ketinggian airnya masih sangat normal/aman. Disungai Patikalain dan Haruyan Dayak baru mengalami kenaikan sekitar 1 meter.

Mengapa di aliran sungai Mangkiling mengalami kenaikan drastis?

"Menurut saya disebabkan adanya penyumbatan dibagian hilir aliran sungai.  Mengenai potensi sumbatan dialiran sungai ini telah saya bahas dalam sebuah forum kajian bersama BPBD,KLHK & Pakar Sungai Universitas Indonesia, Unlam, DKK lainnya pada awal Nopember, "katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved