Kriminalitas Tanahlaut

Perjudian di Kalsel, Pedagang Pentol di Pelaihari Nyambi Jadi Bandar Togel, Ngaku untuk Ramai-ramai

Kedua bndar judi togel tersebut diamankan personel Polsek Pelaihari, Rabu (17/11/2021) pukul 15.00 Wita di Jalan Bramban Raya RT 26 RW 06

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
KAPOLSEK Pelaihari Ipda May Felly Manurung memperlihatkan barang bukti dan dua tersangka bandar judi online, Jumat (19_11) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Entah apa yang ada di benak Ahmad Juhari (30).

Meski telah memiliki pekerjaam tetap sebagai pedagang pentol, ia malah nyambi berjudi.

Tak tanggung-tanggung, warga Jalan Bramban Raya RT 26 RW 07 Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimatan Selatan (Kalsel), ini menjadi bandar judi online.

Ia menjalankan usaha 'haram' itu bersama rekannya, Fahmi (35), yang juga beralamat sama.

Keduanya menggunakan dua unit handphone dalam menjalankan judi togel tersebut.

Keduanya diamankan personel Polsek Pelaihari, Rabu (17/11/2021) pukul 15.00 Wita di Jalan Bramban Raya RT 26 RW 06 Kelurahan Pelaihari.

Baca juga: Operasi Zebra Mulai Dilaksanakan, Polantas di Tanahlaut Lakukan Langkah Humani

Baca juga: Lebih Seratus Pegawai Baru di Kabupaten Tanahlaut Tuntas Jalani Latsar, Kinerja Diharapkan Meningkat

Tepatnya di halaman rumah Fahmi.

"Pelaku melakukan transaksi judi online menggunakan aplikasi togel on dan aplikasi togel 178," papar Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly Manurung, Jumat (19/11/201).

Dikatakanya, tersangka berperan sebagai bandar dalam perjudian tersebut dengan menggunakan handphone masing-masing pelaku.

"Selanjutnya pelaku dan barang bukti kami amankan di Polsek Pelaihari guna proses lebih lanjut," sebut Felly.

Dari tangan Juhari, petugas menyita satu unit HP merk Samsung warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 22 ribu.

Baca juga: 84 Persen Guru TK dan SMP Sudah Divaksin, ini Capaian Vaksinasi Tingkat Pelajar di Tapin

Baca juga: BREAKING NEWS - Sah, UMP 2022 Kalsel Rp 2,9 juta, Naik Rp 29 Ribu

Sedangkan dari tangan Fahmi petugas menyita satu unit HP Vivo warna hitam dan uang Rp 12 ribu.

Kepada jurnalis di mapolsek Pelaihari, Juhari mengaku hanya sekadar untuk ramai-ramai menjadi bandar judi tersebut.

Begitu pula pengakuan Fahmi yang berprofesi pekerja serabutan (swasta).

Keduanya juga mengaku belum lama menjalani usaha tersebut yakni sekitar dua bulan silam.

(Banjarmsinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved