Breaking News:

Berita Banjarmasin

Jembatan Sulawesi di Kota Banjarmasin Akan Dibuat Jadi Kembar Pada 2022

Pembangunan Jembatan Sulawesi 2 dikerjakan Dinas PUPR Banjarmasin pada 2022, konstruksinya persis Jembatan Sulawesi 1, sehingga jadi jembatan kembar.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Pengguna jalan melintas di sisi Jembatan Sulawesi 1, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (20/11/2021). Pada 2022, dibangun jembatan sama persis sehingga menjadi kembar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana melakukan perbaikan Jembatan Sulawesi 2. 

Rencana perbaikan sekaligus penggantian Jembatan Sulawesi 2 ini dipaparkan Kabid Jalan Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra, Sabtu (20/11/2021).

"Setelah selesai pelebaran Jalan Masjid Jami, selanjutnya adalah pembangunan Jembatan Sulawesi 2. Rencana, dikerjakan pada 2022," ujarnya.

Dijelaskan juga oleh Chandra bahwa Jembatan Sulawesi 2  akan dibangun sama seperti Jembatan Sulawesi 1 yang berada di sampingnya.

Baca juga: Wisata Kalsel, Kawasan Pasar Terapung Banjarmasin Dipasangi Pagar Panjang 100 Meter

Baca juga: Banjir di Kalsel - Dinsos Kalimantan Selatan Minta Kabupaten Kota Siagakan Logistik Bencana

Tak heran karenanya, apabila memang nantinya Jembatan Sulawesi 2 ini selesai dibangun, maka kawasan ini nantinya akan ada Jembatan Kembar.

"Iya, bentuknya sama (kembar, red). Detail Engineering Design (DED) sudah lama selesai dan sama seperti Jembatan Sulawesi 1. Namun kemarin dibangun bertahap atau satu saja dulu, baru kemudian dilanjutkan," jelasnya.

Jembatan Sulawesi 1 terbilang memiliki tanjakan cukup tinggi atau curam.

Terkait hal ini, menurut Chandra dikarenakan berbagai pertimbangan. 

Baca juga: Kabur Usai Tusuk Penjaga Malam di Kuin Selatan, Pria Banjarmasin Ini Diringkus di Kertak Hanyar

Baca juga: BTalk, Persiapan Mental Menghadapi Pernikahan Menurut Galuh Dwinta dari FKG ULM Kalsel

"Memang agak tinggi, agar mendukung berbagai program dan kegiatan dari Pemko Banjarmasin. Misalnya agar tidak menghambat kegiatan normalisasi sungai, kemudian juga agar kapal wisata pun bisa lewat di bawahnya," terangnya.

Pembangunan yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 16 miliar itu  diperkirakan tidak terlalu rumit lagi. Sebab, sebagian besar lahan milik warga sudah dibebaskan.

"Sudah ada yang dibebaskan, lahan milik warga yang terkena area pembangunan jembatan," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved