Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Anakkayu dari Kalsel Akhirnya Bisa Ekpor Produk Berbahan Ulin ke Eropa

Anakkayu yang berlokasi di Banjarbaru, Kalsel, mulai ekspor ke Inggris seberat 44,5 kilogram yang terdiri dari mangkok dan gelas dari kayu ulin.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
ANAKKAYU
Produk Anakkayu dalam sebuah event pameran di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Produksi kayu olahan dari limbah kayu ulin, mulai kirimkan barang ke Eropa.

Pemilik anakkayu.id, Irfan Wahyudi, membenarkan, ada permintaan dari Eropa. Saat ini, Anakkayu.id yang berlokasi di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ekspor ke Inggris.

"Alhamdulillah, akhirnya bukan hanya Jepang, Korea dan Singapore, Anakkayu pecah telur ekspor ke Eropa. Sementara ini untuk ke Inggris seberat 44,5 kilogram yang terdiri dari mangkok piring dan gelas ulin. Semoga ekspor selanjutnya 1 kontainer, Aamiin, " ucapnya penuh rasa syukur, Senin (22/11/2021).

Pada waktu kirim yang ke Singapura, mulanya dikenalkan Bank Indonesia Kalimantan Selatan dengan NetAsia. Kemudian, NetAsia minta produk kayu telenan.

Diketahui, NetAsia adalah perusahaan di Singapore yang mencari barang khas di Indonesia.

Baca juga: Kabupaten Kotabaru Masih Menjadi Daerah yang Terbanyak Ekspor CPO dan Turunannya

Baca juga: Ekspor Udang dari Kabupaten Kotabaru Kalsel Menyasar Pasar Kawasan Asia

Selain kayu telenan, juga ada produk mebel interior yang laku keras secara lokal.

Sementara itu, BPS Kalsel telah merilis nilai ekspor pada Juni 2021 tercatat USD698,87 juta. Naik 3,42 persen dibandingkan Mei 2021 yang mencapai USD675,75 juta.

Sedangkan nilai impor mengalami kenaikan sebesar 1,33 persen. Dari USD31,06 juta menjadi USD31,47 juta.

Terkait negara tujuan ekspor, pada periode April, barang-barang dari Kalsel paling banyak ke Chinga dengan nilai USD359,80 juta. Mengalami kenaikan 31,14 persen dibandingkan Mei 2021.

Kemudian ke India pada Mei 2021 sebesar USD78,03 juta, Malaysia berada di urutan ke tiga dengan nilai ekspor sebesar USD62,22 juta, Jepang USD39,30 juta dan Pakistan USD30,64 juta.

Baca juga: Bank Indonesia Dorong UMKM Kalsel Go Internasional Melalui Pameran di Singapura

Baca juga: VIDEO Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA Minta Pelaku Pungli Ekspor Supaya Dihajar

Dari data-data nilai eskpor dan impor, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel pada Juni 2021 menunjukkan nilai yang positif, yakni, surplus sebesar USD667,40 juta.

“Nilai tersebut lebih besar dibandingkan neraca perdagangan pada Mei 2021 yang surplus USD644,69 juta,”  paparnya.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved