Breaking News:

Tajuk

Anggaran Bencana

Mereka bekerja dengan peralatan seadanya. Ini dilakukan agar aliran air sungai tidak tersumbat.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pernyataan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Muhammad Yani mengenai sampah pepohonan yang memenuhi sungai di kawasan hulu bisa membuat sedih.

Saat memberikan keterangan pers pada Kamis 18 November 2021, dia mengungkapkan pemerintah kabupaten tidak mempunyai anggaran untuk menyingkirkan sampah yang menutupi sungai.

Padahal sampah pepohonan telah menutupi sungai di Desa Kayurabah Kecamatan Pandawan hingga lebih dari dua kilometer. Ini berlangsung sejak banjir bandang pada Januari 2021. Kondisinya semakin parah dengan adanya banjir beberapa hari terakhir.

Keberadaan sampah sungai tidak hanya ada di Desa Kayurabah. Sungai Buluh juga dipenuhi sampah bawaan banjir.

Sekda menyatakan persoalan ini merupakan kewenangan Balai Sungai. Pemkab pun telah melaporkannya ke Balai Sungai agar turun tangan.

Tak mau menunggu uluran tangan orang lain, Babinsa Koramil 1002-07/Batu Benawa, Serda Tajudin, bersama masyarakat Aluan Besar dan Paya Besar bergotong royong menyingkirkan sampah sungai di wilayah tersebut, Sabtu (20/11).

Mereka bekerja dengan peralatan seadanya. Ini dilakukan agar aliran air sungai tidak tersumbat.

Ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dari permasalahan ini.

Pertama, persoalan sampah sungai akibat banjir bukanlah hal baru. Persoalan ini terjadi sejak Januari 2021.

Ini tidak hanya terjadi di HST, tetapi juga di banyak wilayah di Kalsel yang menjadi korban banjir bandang awal 2021.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved