Banjir Kalteng

Banjir Kalteng - Air Mulai Surut di Trans Kalimantan, Sopir Angkutan Berharap Bisa Segera Melintas

Bagi para sopir angkutan barang, hal ini membawa harapan baru setelah belasan hari tak bisa melintas karena Banjir Kalteng akibat jalur Trans Kaliman

Editor: Eka Dinayanti
tribunkalteng.com
Para sopir angkutan barang roda 4 sedang berdiskusi dan melakukan pantauan banjir di Kawasan Bukit Rawi dan Desa Penda Barania, Minggu (21/11/2021)sebelum memutuskan nekat lewat menerobos jalan banjir 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PULANG PISAU - Luapan air Sungai Kahayan penyebab Banjir di Kalteng yang merendam Jalan Trans Kalimantan mulai surut.

Bagi para sopir angkutan barang, hal ini membawa harapan baru setelah belasan hari tak bisa melintas karena Banjir Kalteng akibat jalur Trans Kalimantan terendam.

Seperti yang terpantau pada Minggu (21/11/2021) kendaraan roda 4 yang bisa melintas hanya truk, meskipun air mulai surut dari ketinggian sebelumnya.

Sedangkan kendaraan roda 2 yang ingin melewati kawasan banjir Desa Bukit Rawi tersebut hanya bisa menggunakan jasa penyeberangan yang estapet melalui jalur banjir.

Baca juga: Banjir Kalteng - Dikhawatirkan Terperosok, Mobil Kecil Dilarang Melintas di Trans Kalimantan

Baca juga: Banjir Kalteng - Pengungi di Posko Pengungsian di Palangkaraya Dikunjungi Kepala BNPB

Surutnya banjir di Kawasan Bukit Rawi ini membuat para sopir yang biasa melewati jalan ini melakukan pantauan jalan sebelum mereka berangkat melewati jalan banjir sejauh tiga kilometer lebih.

Satu diantara supir yang memantau kawasan ini adalah Ahmad, ia mengaku ingin melihat seberapa surut kawasan banjir di Bukit Rawi tersebut karena sudah lama menunggu untuk bisa lewat.

"Hari ini saya memantau dulu situasi dan kondisi banjir di kawasan ini karena subuh saya akan melewati kawasan ini menggunakan truk," ucapnya.

Ia memantau situasi kawasan tersebut, karena ingin melintas menggunakan truk untuk membawa muatan sendal ke arah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara.

"Saya melintasi kawasan ini menggunakan truk membawa muatan sendal untuk diantar ke Muara Teweh, sudah lama tertahan karena tak bisa lewat akibat banjir," ujarnya.

Ia mengaku sudah 12 hari tidak bisa berangkat melewati kawasan tersebut karena takut jika harus melewati kawasan banjir malah terjebak di titik banjir.

"Sudah 12 hari saya tidak bisa membawa muatan sendal ini ke Muara Teweh karena takut melintasi kawasan banjir di Bukit Rawi ini," ungkapnya.

Baca juga: Dilengkapi Laboratorium Komputer, Dua Gedung Baru Sekolah di Kebunraya Kintap Tanahlaut Diresmikan

Ditempat yang sama salah seorang supir pikap Burhan mengatakan ia juga melakukan pantauan kawasan banjir Bukit Rawi ini.

"Saya melakukan pantauan apakah ada mobil pikap yang bisa melewati kawasan ini, jika ada berarti saya aman melewati jalur ini," ungkapnya.

Burhan juga menambahkan sejauh ini masih belum ada mobil pikap ataupun mobil kecil lainnya yang melewati jalur tersebut sehingga dia pikir-pikir untuk lewat pakai mobil pikap.

"Sejauh pantauan yang saya lakukan belum ada mobil pikap dan mobil kecil lainnya melewati kawasan ini, terlihat hanya ada beberapa truk dan beberapa mobil tronton yang melewati kawasan ini," ungkapnya.

(tribunkalteng.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Banjir di Kalteng, Sopir Angkutan Sendal 12 Hari Tak Bisa Lewat Banjir Bukit Rawi Pulang Pisau

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved